Jejak ASN Kemenag Menuju Pasangkayu

HAB 80 Kementerian Agama

Pagi 1 Januari 2026 belum sepenuhnya cerah di Sulawesi Barat. Lapak pedagang kaki lima masih berserakan, usai melayani pembeli yang merayakan pergantian tahun.

Langit kelabu menggantung rendah, hujan turun tanpa kompromi di Bumi Lalla Tassisara Mamuju Tengah hingga Kota Pasangkayu, membasahi aspal, ladang, kebun kelapa sawit yang terbentang luas sepanjang mata memandang dan semangat ASN yang justru kian menyala.

Mereka satu irama langkah bergerak serentak menuju Kabupaten paling utara Sulbar, Kabupaten Pasangkayu, yang dulu bernama Kabupaten Mamuju Utara.

Ini bukan perjalanan biasa, ini adalah petualangan pengabdian. Sekitar 300 unit kendaraan roda empat dan 200 unit roda dua, sejak jelang pergantian tahun tumpah ruah melintasi Jalan Trans Mamuju-Palu, menembus derasnya hujan, melintasi tikungan pegunungan, jalan pesisir, hingga jalur-jalur sunyi yang hanya akrab bagi mereka yang terbiasa melayani negeri.

Ada yang rehat sejenak, di rumah-rumah ibadah yang ramah musafir. Meluruskan badan, setelah melewati perjalanan puluhan kilometer. Sekedar seruduk kopi atau cicipi bekal yang sudah disiapkan dari rumah.

Klakson bersahutan, lampu menyala tembus kabut, dan doa-doa diam-diam mengalir bersama air hujan. Di balik helm, kaca mobil, dan jas hujan, tersimpan cerita-cerita kecil. tawa rekan seperjalanan, Genangan air dan lobang kecil tak dapat dihindari yang memaksa berhenti sejenak, hingga keyakinan bahwa tujuan hari ini lebih besar dari sekadar lomba dan panggung seni.

Sekitar 4.000 ASN Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat bersama keluarga tumpah ruah di Kota Pasangkayu. Mereka datang untuk memeriahkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80. Sebuah tonggak usia yang bukan hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi dengan kebersamaan dan sportivitas.

Pertandingan olahraga dan seni antar satuan kerja kabupaten menjadi ruang temu, tempat keringat, kreativitas, dan persaudaraan menyatu. Hujan yang mengguyur sejak pagi seakan menjadi saksi, bahwa pengabdian tak pernah memilih cuaca.

Dari pulau terluar hingga pegunungan, dari kantor kecil di kecamatan hingga kantor wilayah, semuanya larut dalam satu semangat: Kemenag yang solid, tangguh, dan humanis.

Pasangkayu hari itu bukan sekadar kota tujuan. Kota ini menjelma menjadi titik temu perjalanan panjang—petualangan ASN Kemenag Sulbar yang membuktikan bahwa Hari Amal Bakti bukan hanya diperingati, tetapi dijalani.

Dengan langkah basah, hati hangat, dan tekad yang tak pernah surut, mereka menuliskan kisah: pengabdian adalah perjalanan, dan kebersamaan adalah tujuannya.

Selamat datang di Pasangkayu. Semoga Kegiatan ini membawa berkah dan kenangan tersendiri bagi kita.

Catatan Perjalanan Mamuju - Pasangkayu, 1 Januari 2026


Wilayah LAINNYA