HAB 80

HAB 2026, Momentum Mengokohkan Kepercayaan Publik

Hari Amal Bakti bukan sekadar perayaan berdirinya Kementerian Agama, tetapi juga saat untuk melakukan muhasabah dan koreksi diri. Di momen HAB 80 ini, pembangunan Zona Integritas harus dijadikan sebagai pintu masuk untuk mengokohkan kembali kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama di Sulawesi Barat.

Kepercayaan itu terbentuk ketika masyarakat merasakan bahwa mengurus 16 layanan publik di Kementerian Agama tidak rumit, tidak ada lagi praktik “titip-titip” atau pungutan yang tidak sesuai aturan.

Kesigapan dan profesional petugas Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) memberiikan layanan  berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) atas layanan publik tersebut.

Melalui Pembangunan Zona Integritas, setiap layanan mewajibkan pegawai memberikan pelayanan dengan ramah, sigap, dan tidak diskriminatif.

Kebijakan dan program Kementerian Agama harus berpihak pada kemaslahatan umat secara luas. Semakin tinggi kepercayaan publik, semakin kuat pula posisi Kementerian Agama sebagai pengayom umat dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nilai-nilai moderasi beragama, kerukunan, dan moralitas sosial.

Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu wajah terbaik Kementerian Agama dalam pembangunan Zona Integritas. Karakter masyarakat yang religius, budaya gotong royong yang masih kuat, serta dukungan para tokoh agama dan tokoh adat adalah modal sosial yang dapat mempercepat terwujudnya birokrasi berintegritas.

Untuk itu, diperlukan target yang jelas dalam penetapan dan pembangunan satuan kerja berpredikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Pendampingan dan penguatan kapasitas bagi unit-unit kerja yang sedang membangun Zona Integritas.

Apresiasi dan penghargaan bagi pegawai dan satuan kerja yang konsisten menjaga integritas dan inovatif dalam meningkatkan pelayanan.

Jika seluruh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat yang jumlahnya sekitar 4.628 jiwa tersebut bergerak dengan kesadaran yang sama. Sulawesi Barat bukan hanya mampu mengejar ketertinggalan, tetapi juga tampil sebagai daerah yang menginspirasi provinsi lain dalam mewujudkan birokrasi Kementerian Agama yang bersih dan melayani.

Pada akhirnya, Zona Integritas bukan semata-mata tentang predikat dan penilaian, tetapi tentang cara kita mengabdi. Integritas adalah jalan panjang yang menuntut konsistensi, keberanian, dan kejujuran, bahkan ketika tidak ada yang menyaksikan.

HAB yang dipusatkan di Kabupaten Pasangkayu, hendaknya menjadi titik tekan bahwa setiap pegawai Kementerian Agama adalah duta integritas: di kantor, di tengah masyarakat, dan di dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menjadikan Zona Integritas sebagai pendorong utama transformasi birokrasi, kita berharap kehadiran Kementerian Agama Sulawesi Barat benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh umat, menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, bersih, dan berkeadilan. Sebagai wujud nyata pengabdian kita bagi agama, bangsa, dan negara.


Pasangkayu, 02 Januari 2026

Busran Riandhy
Ketua Tim Kerja Ortala dan KUB 


Wilayah LAINNYA