Mamuju (Humas)— Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, serta Penyerahan Surat Keputusan (SK) Mutasi Jabatan dan Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional kepada delapan aparatur sipil negara (ASN) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (4/8/2026).
Pengambilan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Prosesi tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola organisasi melalui penempatan aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Anton Ranteallo, S.S., menerima SK mutasi jabatan dari Penyuluh Agama Ahli Madya menjadi Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.
Empat pejabat administrasi yang resmi dilantik masing-masing adalah I Wayan Santika, S.Akun., sebagai Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju; Ketut Pindah, S.Pd.H., sebagai Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah; Sarjuddin, ST., sebagai Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Majene Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene; serta Siblih A., S.Pd., sebagai Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 1 Majene Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan SK kenaikan jenjang jabatan fungsional kepada tiga ASN, yakni Arisal, S.Si., yang naik menjadi Perencana Ahli Madya; Ibrahim, S.Ag., M.M., yang naik menjadi Pengawas Sekolah Ahli Madya; dan Muh. Yusuf, S.Ag., yang naik menjadi Pengawas Sekolah Ahli Madya.
Dalam arahannya, Adnan Nota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang menerima amanah baru. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar bentuk penghargaan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kinerja yang memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat.
"Saya berharap kehadiran setiap pejabat memberikan dampak positif bagi organisasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai kehadiran kita justru menjadi beban birokrasi. Jabatan harus identik dengan target kinerja, bukan fasilitas," tegasnya.
Adnan Nota juga mengingatkan bahwa setiap pejabat harus mampu menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta membangun budaya kerja kolaboratif dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, keberadaan seorang pejabat harus mampu menghadirkan perubahan positif dan memberikan pelayanan terbaik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menutup arahannya, Adnan Nota mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan oleh kekuatan kerja sama seluruh unsur di dalamnya.
“Tidak ada superman, yang ada adalah supertim. Dengan saling menguatkan dan bekerja bersama, kita akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.