Anak Butuh Dekapan Ayah, Bukan Algoritma Telepon Gengam

Jalal, Kepala Seksi PAI menyerahkan Penghargaan Pada Sekolah Lansia Terbaik di Harganas ke- 33 di Majene

Majene – Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI), Jalal, M.M., mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, menghadiri Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kabupaten Majene. Upacara   tersebut digelar di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Majene pada Senin (29/06).

Harganas tahun ini mengusung tema yang sangat menarik, yaitu "Ayah Wajib Hadir". Tema ini menjadi alarm penting di tengah tantangan pengasuhan anak di era digital, di mana fenomena hilangnya figur ayah ( _fatherless_ ) dan ketergantungan anak pada gawai (gadget) kian marak terjadi.

Setelah upacara, Kasi PAI Kemenag Majene, Jalal, M.M., menyampaikan pandangan mendalam mengenai relevansi tema Harganas dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Ia menegaskan bahwa dalam Islam, keluarga adalah al-madrasatu al-ula atau madrasah pertama bagi anak-anak.

"Keluarga adalah madrasah pertama, dan seorang ayah adalah kepala madrasahnya. Pondasi iman, akhlak, dan karakter anak pertama kali dibentuk di dalam rumah. Oleh karena itu, kehadiran seorang ayah tidak boleh digantikan oleh materi, apalagi oleh gawai," tegas Jalal.

menyoroti poin penting dari sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, yang dibacakan Irup terkait ancaman teknologi digital di dalam rumah. Menurutnya, gawai hari ini diam-diam telah mengikis kedekatan dan komunikasi tatap muka antar-anggota keluarga.

"Jangan sampai meja makan atau ruang tamu di rumah kita menjadi sunyi karena masing-masing sibuk menunduk menatap layar gawai. Anak-anak kita membutuhkan pelukan hangat, dialog nyata, dan keteladanan spiritual dari ayahnya. Anak butuh dekapan ayah, bukan tuntunan dari algoritma gawai atau media sosial," tambah Kasi PAI Majene ini dengan lugas.

Melalui momentum Harganas ke-33 ini, Seksi PAI Kemenag Majene mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para guru PAI dan orang tua di Bumi Assamalewuang, untuk merefleksikan kembali pola asuh di rumah. Kehadiran ayah secara utuh—baik secara fisik, emosional, maupun spiritual—diyakini menjadi benteng utama dalam mencegah stunting psikologis, menangkal dampak buruk digitalisasi, serta mencetak generasi emas yang berakhlakul karimah.

Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Majene, TP-PKK, para kepala OPD, serta tokoh masyarakat.


Daerah LAINNYA