Mamasa – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kasatgaswil Sulawesi Barat, AKBP Soffan Ansyari, S.H., menyerahkan bantuan berupa 50 sak semen sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan pura di Dusun Rano, Desa Mehalaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus mendukung program pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Narasi Violent Extremism (NVE) di wilayah Kecamatan Mehalaan.
Penyerahan bantuan tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat sebagai wujud sinergi antarinstansi dalam membangun harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Sebelum menghadiri kegiatan tersebut, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H. Misbahuddin, bersama jajaran terlebih dahulu melakukan kunjungan ke sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Mamasa.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau pelaksanaan layanan keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan terhadap aparatur KUA.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan pura sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan bagi umat Hindu di Dusun Rano.
Kegiatan ini juga menjadi simbol nyata bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian lintas agama terus tumbuh dan berkembang di Sulawesi Barat.
Melalui kolaborasi ini, Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri bersama Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berharap hubungan antarumat beragama semakin harmonis serta tercipta lingkungan yang damai, aman, dan kondusif, sekaligus terbebas dari pengaruh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat moderasi beragama.