Polewali Mandar – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Anti Teror Sulawesi Barat bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar dan Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan Sosialisasi Paham (IRET) Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme kepada Penghulu dan Penyuluh Agama se-Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar tersebut dihadiri langsung Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Densus 88 Anti Teror Sulawesi Barat AKBP Soffan Ansyari, Kepala Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar Hj. Asliah Rahim, Plt. Kepala Kantor Kemenag Polman H. Abd. Haris, serta para Penghulu dan Penyuluh Agama se-Kabupaten Polewali Mandar.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui peran para Penghulu dan Penyuluh Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dalam pemaparannya, AKBP Soffan Ansyari menyampaikan perkembangan tren dan modus baru dalam aksi terorisme serta berbagai bentuk ekstremisme yang perlu diwaspadai. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Nihilistic Violent Extremism (NVE).
Nihilistic Violent Extremism merupakan bentuk ekstremisme yang berkaitan dengan pandangan nihilistik, yakni ketika seseorang mengalami kehilangan makna atau tujuan hidup dan kemudian menjadi rentan membenarkan maupun menggunakan kekerasan sebagai sarana mengekspresikan kemarahan, memperoleh identitas, atau mencari tujuan hidup.
Menurutnya, pemahaman terhadap perubahan pola dan modus ekstremisme menjadi penting agar masyarakat, khususnya para tokoh agama dan penyuluh, mampu mengenali potensi kerentanan sejak dini serta mengambil langkah pencegahan secara tepat.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar Hj. Asliah Rahim menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terhadap berbagai upaya preventif dalam mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, Kementerian Agama, serta tokoh agama merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
“Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar sangat mendukung kegiatan-kegiatan preventif dalam mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk menjaga keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar H. Abd. Haris menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgaswil Densus 88 Anti Teror Sulawesi Barat yang telah hadir secara langsung memberikan sosialisasi kepada para Penghulu dan Penyuluh Agama.
Menurutnya, Penghulu dan Penyuluh Agama memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu unsur Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan bimbingan dan pembinaan keagamaan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Sulawesi Barat yang telah hadir langsung memberikan sosialisasi kepada para Penghulu dan Penyuluh Agama. Mereka merupakan unsur yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga pemahaman terkait pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sangat penting untuk dimiliki,” ungkapnya.
H. Abd. Haris berharap pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan keagamaan, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para Penghulu dan Penyuluh Agama dapat menjadi bagian penting dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, memperkuat moderasi beragama, serta bersama-sama menjaga kedamaian dan persatuan di Kabupaten Polewali Mandar,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan sesi pemaparan dan diskusi, memberikan ruang kepada para Penghulu dan Penyuluh Agama untuk memahami perkembangan isu ekstremisme sekaligus memperkuat kapasitas dalam melakukan pencegahan di tengah masyarakat.
Daerah
Satgaswil Densus 88 Sulawesi Barat Gandeng Kesbangpol dan Kemenag Polman Cegah IRET
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42 WIB