Ka. Kankemenag Majene: Kalindaqdaq Warisan Leluhur yang Mengajarkan Nilai Kebaikan dan Pengabdian

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene, H. M. Sahlan

Majene, (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene, H. M. Sahlan, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur budaya Mandar sebagai bagian dari pembentukan karakter dan etos kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada apel pagi Senin lalu.

Dalam arahannya, Ka. Kankemenag mengangkat "Kalindaqdaq", sastra lisan khas masyarakat Mandar yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu identitas budaya di Kabupaten Majene. Ia mengatakan bahwa Kalindaqdaq bukan sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi mengandung pesan-pesan kehidupan berupa nasihat, doa, penghormatan, motivasi, dan ajakan untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama.

Di Kabupaten Majene, Kalindaqdaq hingga kini masih hidup dan terus dilestarikan melalui berbagai kegiatan adat, keagamaan, pendidikan, penyambutan tamu kehormatan, hingga festival budaya. Keberadaannya menjadi media yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya Mandar agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

"Kalindaqdaq merupakan warisan budaya yang sarat dengan pesan moral. Di dalamnya terdapat ajaran tentang kejujuran, penghormatan kepada sesama, semangat kebersamaan, dan keikhlasan dalam berbuat baik. Nilai-nilai inilah yang harus kita bawa dalam menjalankan tugas sebagai ASN Kementerian Agama," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan akhlak mulia. Karena itu, ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga mampu menjadi teladan dengan menjunjung tinggi budaya yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan.

Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan publik yang berkualitas lahir dari karakter yang baik. Ketika nilai-nilai budaya dipadukan dengan integritas, keikhlasan, dan semangat melayani, maka kehadiran ASN akan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Mari kita jadikan Kalindaqdaq bukan hanya sebagai warisan yang kita banggakan, tetapi juga sebagai pedoman dalam bersikap dan bekerja. ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang membawa manfaat, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan pelayanan yang ramah, tulus, dan berdampak," pesannya.

Melalui pelestarian budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai moral, Kementerian Agama Kabupaten Majene berharap lahir ASN yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga kuat dalam karakter. Dengan demikian, budaya Mandar akan terus hidup dan menjadi inspirasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak.

Foto : Achsan
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman


Daerah LAINNYA