Layanan Kerohanian Kemenag Polman Resmi Hadir di RSUD Hajja Andi Depu

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenag Polewali Mandar dan RSUD Hajja Andi Depu, Kamis (30/7/2026).

Polewali Mandar – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Polewali Mandar resmi menghadirkan layanan kerohanian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hajja Andi Depu Polewali Mandar. Kehadiran layanan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemenag Polewali Mandar dan RSUD Hajja Andi Depu, Kamis (30/7/2026).

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Polewali Mandar, H. Abd. Haris, bersama Direktur RSUD Hajja Andi Depu, dr. Irwandi Muis. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Anreapi, Binuang, dan Polewali, serta para Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Polewali Mandar.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat pelayanan kepada pasien melalui pendampingan spiritual sebagai pelengkap layanan kesehatan yang diberikan rumah sakit. Melalui program tersebut, penyuluh agama akan memberikan pembinaan dan motivasi keagamaan secara langsung kepada pasien sesuai agama yang dianut.

Dalam sambutannya, H. Abd. Haris menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD Hajja Andi Depu yang telah membuka ruang kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kerohanian kepada masyarakat.

"Terima kasih kepada Bapak Direktur RSUD Hajja Andi Depu beserta jajaran yang telah menerima kami untuk menghadirkan layanan kerohanian di rumah sakit. Ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi rangkaian ibadah dan amal jariah yang Insya Allah mendapat berkah dan rida Allah SWT," ujarnya.

Menurutnya, pelayanan kerohanian menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien agar tetap memiliki kekuatan batin, optimisme, dan ketenangan selama menjalani proses pengobatan.

Sementara itu, Direktur RSUD Hajja Andi Depu, dr. Irwandi Muis, mengatakan bahwa kerja sama tersebut dilandasi kesadaran bahwa proses penyembuhan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga kondisi spiritual pasien.

"Kami melaksanakan kerja sama ini karena menyadari bahwa dalam dunia kesehatan terdapat dua aspek yang perlu mendapatkan perhatian, yaitu jasmani dan rohani," katanya.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh semangat dan motivasi pasien untuk sembuh.

"Sebagus apa pun pengobatan yang diberikan, apabila pasien tidak memiliki motivasi dan kekuatan batin, maka proses penyembuhan akan menjadi lebih sulit. Melalui pelayanan kerohanian ini, kami berharap pasien semakin yakin bahwa kesembuhan sejatinya berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa," tambahnya.

Melalui kerja sama tersebut, layanan kerohanian di RSUD Hajja Andi Depu akan dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar. Para penyuluh akan memberikan pendampingan spiritual, motivasi, serta bimbingan keagamaan secara langsung kepada pasien sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dengan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, sehingga mampu memberikan dukungan bagi percepatan pemulihan pasien.


Daerah LAINNYA