Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Topoyo melakukan Pembinaan Paham Moderasi Beragama di UPTD SMP Negeri 3 Topoyo

Pembinaan Paham Moderasi Beragama di UPTD SMP Negeri 3 Topoyo

Selasa, 1 September 2026. Penyuluh agama Islam KUA kecamatan Topoyo bersama dengan Penyuluh agama Keristen dan Penyuluh Agama Hindu melakukan kerjasama melakukan pembinaan Paham Moderasi Beragama bagi peserta didik siswa/siswi UPTD SMP negeri 3 Topoyo di desa Paraili, Kecamatan Topoyo.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Abdul Samad selaku kepala sekolah, Ince M Yasin DG Matakko selaku kepala KUA kecamatan Topoyo dan para guru serta siswa/siswi sebagai peserta pembinaan.

Mengawali sambutannya, pak Abdul Samad sangat berterimakasih dan mengapresiasi kegiatan pembinaan paham moderasi beragama yang dilakukan oleh Penyuluh Agama KUA Topoyo di sekolah yang dipimpinnya.

Melanjutkan sambutannya, beliau menyampaikan beberapa informasi salah satu diantaranya bahwa dari 84 orang siswa/siswi di UPTD SMP negeri 3 Topoyo memiliki sebaran agama dan suku yang begitu beragam. Menurut beliau, hal ini sedikit banyaknya dipengaruhi oleh kondisi demografi masyarakat di desa Paraili yang begitu beragam. Terlebih desa Paraili merupakan salah satu dari beberapa wilayah transmigrasi yang berada di kecamatan Topoyo.

Berakar dari keberagaman tersebutlah sehingga siswa/siswi sudah terbiasa hidup berdampingan walau berbeda keyakinan. Namun, melanjutkan sambutannya, beliau menitipkan sebuah pesan kepada penyuluh agama selalu narasumber agar kiranya selain memberikan penguatan secara konseptual, juga memberikan penguatan pemahaman yang bersifat implementatif sikap saling menghargai antar umat beragama.

Demikian pula yang disampaikan oleh Ince M Yasin DG Matakko selaku kepala KUA Kecamatan Topoyo terkait pembinaan paham moderasi beragama kepada para siswa/siswi yang dilakukan oleh penyuluh. Beliau memberikan penguatan bahwa kementerian agama senantiasa berusaha menumbuh kembangkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama khususnya kepada para remaja melalui gerakan penyuluh agama.

Beliau berharap agar kiranya gerakan pembinaan paham moderasi beragama kepada para kaum remaja khususnya siswa/siswi terus berlanjut dan menyasar seluruh sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Topoyo bahkan kalau bisa se Kabupaten Mamuju Tengah.

Dalam implementasinya, kegiatan dilaksanakan tidak hanya sebatas memberikan materi melainkan juga diselingi dengan kegiatan ice breaking yang tentunya berkaitan dengan materi penyuluhan yang diberikan yaitu Paham Moderasi Beragama.

Secara garis besar, program ini terlaksana bukan hanya karena bagian dari amanah konstitusi melalui Perpres Nomor 58 tahun 2023 dan PMA nomor 3 tahun 2024. Akan tetapi hal yang paling dasar melatarbelakangi kegiatan ini yaitu penyuluh agama menyadari bahwa kondisi demografis masyarakat Mamuju Tengah khususnya Kecamatan Topoyo begitu beragam sehingga perlu untuk turut ikut andil dalam menciptakan generasi yang senantiasa menjaga ketenteraman, kedamaian dan keharmonisan ditengah kemajukan masyarakat sekitar.


Daerah LAINNYA