Mamuju, 12 September 2026 — Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berintegritas, berkarakter, dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Teologi (STT) Sulawesi Barat dalam rangka Dies Natalis ke-14 dan Wisuda Sarjana Program Studi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ke-5 yang berlangsung di Aula STT Sulbar, Mamuju, Sabtu (12/9/2026).
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Ayub hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan lembaga pendidikan keagamaan di Sulawesi Barat. Momentum Dies Natalis sekaligus wisuda tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan panjang lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi penanda lahirnya generasi baru yang diharapkan mampu mengambil bagian dalam pelayanan gereja dan pembangunan kehidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah, kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan Ketua STT Sulbar, Pdt. Simon M. Topangae, M.Th. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya keselarasan antara dunia kerja dan kehendak Allah. Kompetensi dan keahlian yang dimiliki lulusan hendaknya tidak berhenti pada pencapaian profesional, tetapi diwujudkan sebagai bentuk pengabdian moral dan pelayanan kepada sesama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua STT Sulbar sebagai ungkapan syukur atas perjalanan STT Sulbar selama 14 tahun sekaligus momentum wisuda para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.
Ketua STT Sulbar, Pdt. Simon M. Topangae, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena dua momentum penting tersebut, yakni Dies Natalis dan Wisuda Sarjana, dapat terlaksana dengan baik dan penuh hikmat. Ia juga mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam proses membentuk dan menghasilkan lulusan terbaik.
Atas capaian tersebut, pihak STT Sulbar menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan, termasuk pemerintah, yayasan, sinode, jemaat, para dosen, serta orang tua yang telah mendorong anak-anak mereka menempuh pendidikan di STT Sulbar.
Sementara itu, Pengurus Yayasan STT Sulbar mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga sikap, nama baik, dan almamater ketika memasuki dunia kerja maupun menjalankan pelayanan di tengah masyarakat. STT Sulbar juga berkomitmen mempertahankan doktrin dan pengajaran sebagai bagian penting dalam menjalankan proses serta fungsi pendidikan teologi, sembari terus mengharapkan dukungan dari sinode dan jemaat.
Dalam sambutannya, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulbar memberikan apresiasi terhadap upaya STT Sulbar dalam memajukan pendidikan keagamaan di Sulawesi Barat. Menurutnya, penguatan pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun manusia yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter dan moral yang kuat.
“Kami dari Bimas Kristen memberikan apresiasi atas upaya STT Sulbar dalam memajukan pendidikan keagamaan di Sulawesi Barat. Kami berharap STT Sulbar terus berpacu dan berkembang sejajar dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga mendorong Yayasan Pendidikan STT Sulbar untuk memperkuat ekosistem pendidikan dengan membangun jenjang pendidikan keagamaan mulai tingkat dasar hingga menengah. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan yang berkelanjutan akan menjadi salah satu penopang dalam mempersiapkan generasi yang memiliki fondasi iman, pengetahuan, dan karakter sejak dini.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Pembimas berpesan agar mereka tidak menjadikan pencapaian akademik semata sebagai tujuan akhir. Para lulusan diharapkan mampu menjadi “arsitek” bagi bangsa, gereja, dan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, integritas, serta nilai-nilai iman dalam setiap bidang pengabdian.
“Jangan hanya mengejar kepentingan dunia. Tetap jaga almamater, kejujuran, dan integritas iman. Jadilah contoh di tengah jemaat dan masyarakat agar ilmu yang diperoleh selama pendidikan benar-benar memberikan dampak,” pesannya.
Pesan tersebut juga diarahkan pada tantangan generasi masa kini yang hidup di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Para lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana sekaligus mampu membedakan hal-hal yang dapat membangun moral dan iman dengan berbagai konten yang justru berpotensi merusaknya.
Pembimas juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, ruang digital perlu diisi dengan hal-hal yang membangun, edukatif, dan memberi manfaat bagi kehidupan bersama. Literasi digital dan keteguhan nilai iman menjadi bekal penting bagi para lulusan ketika hadir sebagai pelayan dan bagian dari masyarakat.
Selain penguatan pendidikan dan literasi digital, perhatian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Bimas Kristen, baik di tingkat pusat maupun daerah, terus mendorong pengembangan pendidikan keagamaan yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Pengurangan penggunaan plastik dan penguatan kesadaran ekologis dinilai penting, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kondisi musim kemarau.
Konsep ekoteologi juga didorong sebagai bagian dari pendidikan iman yang menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Dengan demikian, kehidupan beragama tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga mendorong tanggung jawab untuk merawat lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Pada Dies Natalis ke-14 dan Wisuda Sarjana ke-5 ini, sebanyak 11 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan mereka. Sebanyak 9 orang berasal dari Program Studi Teologi, sedangkan 2 orang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen.
Momentum wisuda tersebut menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan. Dengan bekal ilmu, iman, dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STT Sulbar, mereka diharapkan mampu hadir sebagai pelayan yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta membawa nilai-nilai kebaikan di tengah gereja dan masyarakat.
“Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Teruslah berkarya dan melayani di mana pun ditempatkan. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai berkat bagi jemaat, masyarakat, dan bangsa,” tutup Pembimas Kristen.
Wilayah
Kemenag Sulbar Dorong STT Sulbar Perkuat Pendidikan Keagamaan dan Lahirkan SDM Berintegritas
- Sabtu, 12 September 2026 | 20:37 WIB