Kemenag Mateng dan Densus 88 Bersinergi Cegah Paham IRET di Kalangan Anak dan Remaja

Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Aula PLHUT Kemenag Mamuju Tengah, Jumat (11/9/2026).

Humas (Kemenag Mateng) — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju Tengah bersinergi dengan Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Anti-Teror Polri menggelar Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Aula PLHUT Kemenag Mamuju Tengah, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), serta Penyuluh Agama Lintas Agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) ini digelar guna membendung penyebaran paham ekstrem di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya yang menyasar anak-anak dan remaja.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mamuju Tengah, Muhammad Hatta, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi indikator awal paham ekstrem merupakan langkah krusial untuk menjaga kerukunan beragama di tengah masyarakat.

"Kemampuan mengidentifikasi potensi tumbuhnya paham ekstrem adalah langkah awal mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan. Hal ini sangat penting bagi Kabupaten Mamuju Tengah yang dikenal keberagaman latar belakang suku, ras, dan agamanya," tegas Hatta.

Beliau menambahkan, Penyuluh Agama memegang peran vital sebagai ujung tombak edukasi masyarakat untuk melindungi generasi muda yang berada pada masa rentan tumbuh kembang.

Pada kesempatan yang sama, Kasatgaswil Densus 88 Sulbar, AKBP Sofyan Ansyari selaku Pemateri, memaparkan kerentanan anak dan remaja di era digital terhadap infiltrasi paham radikal.

"Pertumbuhan paham radikalisme tidak muncul begitu saja. Pengaruh lingkungan, akses konten kekerasan, hingga kebiasaan buruk dalam bermain game menjadi faktor pemicu berkembangnya paham kekerasan dalam pikiran anak-anak kita saat ini," ungkap Sofyan.

Melalui sosialisasi ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam untuk mengenali tanda-tanda awal penyebaran paham IRET, sekaligus mendorong pengawasan orang tua terhadap penggunaan media sosial dan game secara sehat di kalangan anak-anak.

Sinergi antara Kemenag Mamuju Tengah dan Satgaswil Densus 88 Sulbar ini mempertegas komitmen bersama dalam membentangi anak dan remaja dari ancaman radikalisme demi merawat toleransi sejak dini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala FKUB Kabupaten Mamuju Tengah, Muhammad Kasmin Nastrah, dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, TS. Haryanto, dan jajaran eselon IV lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah. (IK)


Daerah LAINNYA