Menjemput Hikmah di Kota Santri, Perjalanan Rombongan Kankemenag Kab. Majene Diwarnai Wisata Religi

Ziarah ke makam para ulama dan tokoh bangsa di Tebuireng, Jombang sebelum bertolak menuju Kota Malang.

Jombang, (Humas) - Perjalanan rombongan Kantor Kementerian Agama Kab. Majene di Jawa Timur tidak sekadar menjadi perjalanan antarkota. Setelah mengikuti Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, rombongan melanjutkan perjalanan wisata religi dengan ziarah ke makam para ulama dan tokoh bangsa di Tebuireng, Jombang sebelum bertolak menuju Kota Malang.

Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu pengalaman berharga bagi rombongan. Hajatan lima tahunan warga Nahdliyin tersebut dihadiri puluhan ribu muktamirin dari berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan besar tersebut menjadi ruang silaturahim sekaligus kesempatan untuk menyerap berbagai ilmu, hikmah, dan pengalaman.

Usai mengikuti kegiatan di Kota Santri, rombongan kemudian menyempatkan diri berziarah ke makam KH. Abdul Wahab Hasbullah dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kawasan Tebuireng, Jombang. Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan para ulama dan tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Islam, pendidikan, kebangsaan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Indonesia.

Bagi Ka. Kankemenag, rangkaian perjalanan tersebut menghadirkan suasana batin yang berbeda. Muktamar menjadi ruang menyerap semangat persaudaraan dan keilmuan, ziarah menjadi momentum mengenang perjuangan para ulama, sementara kunjungan ke MAN 2 Kota Malang menjadi kesempatan untuk belajar dari praktik baik penguatan Zona Integritas.

“Kami hadir dalam tiga suasana hati. Pertama, berbahagia karena dapat bergabung bersama para muktamirin dari seluruh Indonesia. Kedua, berada dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan kita hadir dalam suasana Maulid Rasulullah SAW, momentum mulia kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kemudian yang ketiga berada dalam semangat membangun zona integritas dengan menyerap ilmu dari di Kota Pendidikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa perjalanan tersebut memberikan pelajaran bahwa menuntut ilmu dapat dilakukan melalui berbagai ruang. Tidak hanya melalui forum resmi, tetapi juga dengan melihat jejak perjuangan ulama, berdialog, bersilaturahmi, dan menyaksikan secara langsung praktik baik yang telah dilakukan oleh lembaga lain.

"Rasulullah SAW mewasiatkan umatnya untuk terus menuntut ilmu, mencari ilmu, menjadi pendengar ilmu dan pencinta ilmu. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari sifat tidak pandai bersyukur," tuturnya.

Perjalanan religi dan edukatif tersebut kemudian dilanjutkan dengan kunjungan silaturahmi ke MAN 2 Kota Malang. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar rombongan Kemenag Kab. Majene untuk melihat dan mempelajari secara langsung berbagai inovasi serta strategi madrasah dalam membangun Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Rangkaian perjalanan dari Jombang hingga Malang akhirnya menjadi satu kesatuan pengalaman: mengenang jasa ulama, memperluas silaturahmi, menyerap ilmu, sekaligus membawa pulang inspirasi untuk dikembangkan di Kabupaten Majene.

Foto : Istimewa
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman


Daerah LAINNYA