Malang, (Humas) - Jujur, kerja keras, berprestasi, dan bermartabat menjadi nilai yang terus dibangun MAN 2 Kota Malang melalui semangat JUARA-PRIMA. Nilai tersebut tidak berhenti sebagai motto, tetapi menjadi bagian dari budaya madrasah dalam membangun prestasi, mengembangkan potensi peserta didik, sekaligus memperkuat tata kelola dan pelayanan.
Tidak ada organisasi yang boleh berhenti bergerak jika ingin terus berkembang. Semangat itulah yang tergambar ketika rombongan Kementerian Agama Kab. Majene berkesempatan mengunjungi MAN 2 Kota Malang, Jumat (28/8/2026).
Rombongan yang dipimpin Kepala Kankemenag Kabupaten Majene H. M. Sahlan tersebut datang untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik baik MAN 2 Kota Malang dalam perjalanan penguatan Zona Integritas (ZI), Reformasi Birokrasi (RB), Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), hingga ikhtiar menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Setibanya di pintu gerbang madrasah, rombongan disambut tim humas MAN 2 Kota Malang dan diarahkan menuju ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tidak langsung masuk ke ruang pertemuan, rombongan terlebih dahulu diajak melihat aktivitas madrasah. Berbagai inovasi dan kreativitas siswa menjadi salah satu pemandangan yang menarik. Para siswa terlihat berlatih sesuai dengan bakat dan potensi masing-masing. Aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana MAN 2 Kota Malang memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam berbagai talenta dan keterampilan.
Salah satu pengalaman menarik yang dirasakan oleh Ka. Kankemenag ketika berdialog dengan salah seorang siswa kelas X. Dialog tersebut berlangsung menggunakan dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab. Kemampuan siswa berkomunikasi dalam dua bahasa menjadi gambaran bagaimana pengembangan potensi peserta didik berjalan beriringan dengan budaya prestasi yang dibangun madrasah.
“Pemandangan ini menjadi pelajaran bagi kita. Anak-anak memiliki talenta dan potensi yang luar biasa ketika diberikan ruang untuk berkembang,” ujarnya.
MAN 2 Kota Malang diketahui telah melalui tahapan penguatan ZI menuju predikat WBK dan terus melangkah menuju WBBM. Perjalanan tersebut tentu bukan proses yang mudah, terlebih madrasah tersebut memiliki jumlah peserta didik sekitar 1.600 orang pada tahun 2026 terang Ketua Tim ZI RB WBK dan WBBM MAN 2 Kota Malang, Edy Siswanto, membagikan pengalaman serta tantangan yang dihadapi selama proses tersebut.
“Tidak sedikit tantangan yang kami hadapi. Namun kami terus berjalan. Yang bisa dilanjutkan, kita gaskan; yang belum bisa, kita istirahatkan, agar mesin organisasi tetap berjalan dan bergerak,” jelasnya.
Bagi MAN 2 Kota Malang, JUARA-PRIMA menjadi salah satu energi dalam membangun budaya kerja dan budaya prestasi. Kejujuran menjadi fondasi, kerja keras menjadi proses, prestasi menjadi hasil, dan martabat menjadi karakter yang harus dijaga.
Semangat tersebut menjadi pelajaran penting bagi rombongan Kemenag Kab. Majene. Penguatan Zona Integritas tidak cukup hanya dengan dokumen dan pemenuhan administrasi, tetapi membutuhkan budaya kerja yang hidup, keteladanan, inovasi, konsistensi, serta keterlibatan seluruh warga madrasah.
Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi bahwa perjalanan menuju WBK dan WBBM merupakan proses panjang yang membutuhkan keberanian untuk berbenah dan kemauan untuk terus bergerak.
Dari MAN 2 Kota Malang, rombongan Kemenag Majene membawa satu pesan penting: integritas dibangun dari kebiasaan, prestasi lahir dari kerja keras, dan perubahan hanya akan terjadi ketika seluruh unsur organisasi bergerak bersama.
Foto : Istimewa
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman
Daerah
Kemenag Majene Menjemput Inspirasi, MAN 2 Kota Malang Ungkap Strategi Penguatan ZI: “Mesin Organisasi Harus Terus Bergerak”
Kemenag Majene Menjemput Inspirasi, MAN 2 Kota Malang Ungkap Strategi Penguatan ZI: “Mesin Organisasi Harus Terus Bergerak”
- Ahad, 30 Agustus 2026 | 19:19 WIB