Mamuju (Humas Kanwil) – Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAPKIS), H. Syamsul, memberikan arahan strategis dalam rapat Dialog Kinerja bersama Tim Perencana. Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi target kinerja dengan realitas anggaran serta pemisahan indikator sasaran dalam Rencana Strategis (Renstra). (Senin, 19/01/2026)
Dalam arahannya, H. Syamsul menekankan pentingnya menyusun target kinerja yang terukur dan sesuai dengan kapasitas organisasi. Beliau mengingatkan tim agar tidak memaksakan target yang tidak mungkin dicapai, mengingat dinamika anggaran yang terus berubah.
H. Syamsul meminta tim perencana untuk bersikap realistis dalam mengisi dokumen kinerja. Menurutnya, keberhasilan sebuah program sangat bergantung pada ketepatan dalam memprediksi apa yang mampu diraih oleh tim.
"Dialog kinerja ini diisi saja sesuai dengan kemampuan kita, sesuai dengan kemungkinan besar apa yang bisa kita capai," ujar H. Syamsul di hadapan tim perencana.
Terkait kondisi finansial, Kabid PAPKIS memberikan catatan mengenai komposisi anggaran tahun ini. Meskipun dinilai sudah menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun adanya Instruksi Presiden (Inpres) menjadi faktor yang harus diantisipasi sejak dini oleh tim.
"Saya kira tahun ini (anggaran) sudah lebih baik, tapi belum apa-apa sudah ada Inpres. Teman-teman sudah lima tahun bersama-sama, tentu sudah paham pola dari tahun-tahun sebelumnya," tambahnya, merujuk pada perlunya efisiensi dan adaptasi cepat terhadap kebijakan pusat.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai detail indikator dalam Rencana Strategis (Renstra). H. Syamsul menginstruksikan tim perencana untuk memeriksa kembali setiap indikator agar tidak terjadi tumpang tindih (overlap) antara tugas fungsi Bidang PAPKIS dengan Madrasah.
"Silakan tim perencanaan sampaikan satu per satu di masing-masing indikator. Renstra kita masih pilah, mana yang memang sudah fix menjadi bagian PAPKIS atau masih ada Madrasah di situ? Kita selesaikan dulu," tegasnya.
Beliau menutup arahan dengan meminta perhitungan yang presisi jika terdapat program yang beririsan. "Kalau misalnya ada yang ada di Madrasah dan ada juga di kita, kita berhitung berapa untuk Madrasah dan berapa di Pakis. Semuanya harus jelas pembagiannya."
Wilayah
Perkuat Perencanaan, Kabid. PAPKIS Targetkan Realistis dalam Dialog Kinerja
- Senin, 19 Januari 2026 | 13:18 WIB