Natal Oikumene FKGM 2025, Kemenag Sulbar Ajak Umat Rawat Harmoni Sejak dari Keluarga

Kakanwil Kemenag Sulbar H. Adnan Nota

Mamuju — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, menegaskan bahwa agama sejatinya tidak pernah hadir untuk memecah belah, melainkan menjadi sumber inspirasi yang menuntun umat menuju ketenangan dan kedamaian. Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada perayaan Natal Oikumene Forum Komunikasi Gereja-gereja Mamuju (FKGM) Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Aula Marannu Polda Sulbar, Rabu (8/1/2026).

Perayaan Natal Oikumene ini turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Bupati Mamuju yang diwakili Asisten III Alexander Patola, Kapolda Sulbar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Barat (PGIW Sulbar), para pimpinan sinode dan organisasi gereja yang tergabung dalam FKGM, serta para pendeta, pastor, dan suster. Kehadiran para tokoh lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan kerukunan umat beragama di Sulawesi Barat.

Dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan, Adnan juga berbagi pengalamannya dalam menangani berbagai dinamika konflik sosial. Ia menuturkan bahwa sejumlah konflik yang pernah terjadi di beberapa daerah, termasuk peristiwa beberapa tahun lalu di Tobadak, pada dasarnya bukan dipicu oleh persoalan agama. Berkat koordinasi dan gerak cepat Kementerian Agama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta aparat keamanan, konflik tersebut dapat segera diidentifikasi. Namun, ia mengingatkan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang kerap mencoba memanfaatkan situasi dengan menyebarkan isu keagamaan demi kepentingan pribadi.

“Agama adalah inspirasi, bukan alat untuk ambisi pribadi. Jangan jadikan aspirasi keagamaan sebagai pemicu perpecahan. Jadikan agama sebagai sumber kedamaian untuk bersama-sama membangun bangsa ini,” tegas Adnan.

Ia menambahkan, apabila setiap agama benar-benar mampu menginspirasi pemeluknya, maka harmoni akan tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

Menutup sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulbar menyinggung tema Natal, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Ia menekankan bahwa fondasi kedamaian sejatinya dibangun dari keluarga. Keluarga yang utuh, rukun, dan harmonis akan melahirkan lingkungan yang damai, berkembang menjadi masyarakat yang tenteram, hingga bermuara pada terwujudnya Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan Indonesia yang aman, rukun, serta penuh persaudaraan.


Wilayah LAINNYA