Natal Oikumene FKGM 2025: Keluarga Sebagai Lembaga Ilahi Pembawa Terang Kehidupan

Natal Oikumene FKGM 2025

Mamuju, Humas Kanwil Kemenag Sulbar — Sulawesi Barat melalui Forum KOmunikasi Gereja-gereja Mamuju (FKGM) merayakan Natal Oikumene 2025, perayaan natal ini dimaknai sebagai momentum memperkuat peran keluarga sebagai pusat pembentukan iman dan nilai kehidupan.

Kegiatan yang digelar pada 8 Januari 2026 di Aula Marannu Polda Sulbar ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Semangat Natal Menjadikan Keluarga Suatu Lembaga Ilahi yang Kuat, Harmonis, serta Membawa Terang bagi Masyarakat.”

Dalam khotbahnya, Pendeta Simon M. Topangae, M.Th menegaskan bahwa setiap pribadi berangkat dari keluarga, sehingga keluarga memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter, iman, dan arah kehidupan seseorang.

Tema Natal tahun ini, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya menghidupkan kembali peran keluarga sebagai ecclesia domestica—gereja rumah tangga—tempat Allah hadir di tengah umat-Nya. Ia mengajak keluarga Kristen membiasakan nilai 3B, yakni bernyanyi, berdoa, dan berdiskusi, sebagai fondasi membangun rumah tangga yang kokoh dalam iman.

Pendeta Simon menjelaskan bahwa kekudusan keluarga tidak hanya dimaknai secara jasmani dengan menyediakan ruang khusus untuk berdoa, tetapi juga secara rohani melalui penghayatan iman, pengharapan, dan kasih yang diwujudkan dalam pengorbanan serta pemberian diri, seturut teladan Kristus. Dengan kasih dan pengorbanan tersebut, setiap anggota keluarga turut ambil bagian dalam karya keselamatan dan panggilan Gereja sebagai sarana keselamatan bagi sesama.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan dua aspek pendidikan dalam keluarga, yakni pendidikan dan persiapan secara sekuler serta pendidikan moralitas, agar keluarga mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai iman.

Menutup khotbahnya, Pendeta Simon menyampaikan pesan 3T: Tuntunan, agar perayaan Natal menjadi pedoman hidup sepanjang tahun; Tantangan, yang harus dihadapi dengan kekuatan iman dan dukungan keluarga; serta Tontonan, sebagai pengingat agar perjalanan hidup ke depan tidak sekadar menjadi ajang perbandingan, melainkan perjuangan iman yang dijalani dengan keyakinan bahwa pertolongan Tuhan senantiasa hadir di tengah keluarga dan masyarakat.


Wilayah LAINNYA