Kementerian Agama melalui Surat Edaran mengenai perayaan HAB 78 menyampaikan bahwa perayaan HAB 78 Tahun 2024 diselenggarakan dengan penuh kesederhanaan. Sederhana bukan berarti menghilangkan makna dan kemeriahaannya. Namun meriah dengan cara yang sederhana, contohnya malam ini kita melakukan doa dan dzikir serta makan bersama.
Pesan ini disampaikan Kakanwil Kemenag Sulbar Syafrudin Baderung dalam sambutannya pada malam puncak rangkaian Porseni HAB 78 Lingkup Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, Sabtu (6 Januari 2024).
Menurutnya, dalam perjalanannya Kementerian Agama telah bertransformasi, berubah dengan cepat. "Kita ini ibarat pelari, mungkin semua masuk finish tapi tidak semua jadi juara. Hanya yang bisa bertransformasi, yang bisa menjalankan irama lari itulah yang berhasil," jelas Kakanwil.
"Kementerian agama juga seperti itu, kita sudah lari jarak jauh 78 tahun jadi jangan tertinggal termasuk kita di sulbar, jangan tertinggal, jangan lari biasa-biasa saja. Jika tidak ingin tertinggal maka daya dorong kita tingkatkan," lanjutnya.
Menurutnya yang diperlukan dalam bekerja bukan menarik tapi mendorong.
Menurutnya kita semua harus menjadi daya dorong bagi lingkungan kerja kita. Ia mencontohkan termasuk Kepala KUA harus menjadi daya dorong bagi lingkungan KUA.
Di samping itu ia mengajak semua insan Kementerian Agama untuk bersikap netral
"Kementerian Agama adalah lembaga yang paling seksi, lita adalah satker dan pegawai terbanyak. Kita harus berada di tengah. Jadi harus netral.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengajak seluruh insan untuk membangun rumah besar Kementerian Agama khususnya di Sulbar.
"Untuk Sulbar, HAB ini kita selenggarakan dengan sederhana. Kita ini satu rumah besar, kita boleh tidur di kamar berbeda, tapi kalau makan mari kita makan di meja bersama. Supaya "enak dan tidak"nya bisa kita rasakan bersama," urai Syafrudin.
"Jadi sesederhana ini kita bangun Kementerian Agama ke arah yang lebih baik," tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Setahun ini Kanwil Sulbar telah berusaha meraih apa yang diharapkan sebagai bagian dari prestasi.
"Kita berusaha menyelesaikan semua TLHP yang ada, BMN kita tata dengan baik, serapan anggaran kita tata, administrasi kita tata. Itu adalah langkah-langkah kita memperbaiki apa yang sudah dilaksanakan," jelasnya.
"Setiap tahun harus mampu kita perbaiki dan cara memperbaikinya dimulai dari diri sendiri," tekan Syafrudin.
Menurutnya, hal tersebut sama seperti ibarat seorang pengendara yang baik harus tahu kerusakan kendaraannya sendiri.
"Dimana pun kita berada kita harus menjadi sopir yang baik, sopir yang baik harus tahu kendaraan kita, harus tahu tempat kita bekerja yang mana yang harus dibenahi. Kalau kita mampu membaca itu maka Kanwil Sulbar sampai di satker terendah akan meraih prestasi demi prestasi," urainya.
Di penghujung sambutannya Ia mengutip kalimat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, "mulailah sesuatu itu dari akhir dan di akhir tahun kita melakukan evaluasi untuk memulai hal yang baru, Began From The End".