Silaturahmi Pimpinan Ormas Islam Perkuat Sinergi untuk Kemaslahatan Umat dan Kedamaian Bangsa

Silaturahmi Pimpinan Ormas Islam

Mamuju — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dengan mengusung tema "Menjalin Sinergi untuk Kemaslahatan Umat dan Kedamaian Bangsa".

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh-tokoh organisasi keagamaan. Gubernur Sulawesi Barat diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat. Turut hadir Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Barat, Kepala BIN Daerah (Kabinda), Kepala Densus 88, Direktur Binmas Polda Sulawesi Barat, para pimpinan Ormas Islam, serta pimpinan organisasi wanita Islam di Sulawesi Barat.

Silaturahmi ini menjadi wadah mempererat komunikasi, membangun kolaborasi, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis di Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Kesra Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap forum silaturahmi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan lokasi penyelenggaraan yang bergilir di berbagai tempat sehingga semakin mempererat kebersamaan dan memperluas partisipasi seluruh organisasi Islam di Sulawesi Barat.

"Silaturahmi ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam. Ke depan, kami berharap pelaksanaannya dapat dilakukan secara bergiliran sehingga semangat kebersamaan semakin tumbuh dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat dalam arahannya menegaskan pentingnya memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama melalui Asta Protas menetapkan tujuh isu strategis sebagai arah kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ketujuh isu tersebut meliputi penguatan layanan berbasis masjid sebagai pusat pelayanan umat, pengembangan Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi dini potensi kerawanan dan memperkuat mitigasi konflik, pencegahan pernikahan usia dini melalui edukasi keluarga dan pemberdayaan masyarakat, penguatan ekoteologi sebagai gerakan merawat lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan, penguatan moderasi beragama guna memperkokoh kerukunan, toleransi, dan persatuan bangsa, penguatan kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM, literasi keuangan syariah, serta optimalisasi zakat, infak, wakaf, dan dana sosial keagamaan, serta perlindungan perempuan dan anak dengan menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, ketujuh program prioritas tersebut bukan sekadar agenda Kementerian Agama, tetapi merupakan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas kehidupan beragama, meningkatkan kesejahteraan umat, menjaga kerukunan sosial, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

"Melalui forum silaturahmi ini, mari kita jadikan organisasi kemasyarakatan Islam sebagai mitra strategis dalam menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan layanan keagamaan yang semakin dekat dengan masyarakat, memperkuat persatuan, memberdayakan ekonomi umat, menjaga kelestarian lingkungan, melindungi perempuan dan anak, serta mewujudkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan alam semesta," ungkap Kepala Kanwil.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan, masukan, serta komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat persaudaraan antarumat, dan mewujudkan Sulawesi Barat yang rukun, damai, dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi kemasyarakatan Islam sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan bangsa serta mewujudkan kemaslahatan umat.


Wilayah LAINNYA