Empat Pilar Kebangsaan Jadi Bekal Santri MATAMUDA Ponpes DDI Baruga Wujudkan Moderasi Beragama

MATAMUDA Ponpes DDI Baruga

Majene, (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene, H. M. Sahlan, menjadi narasumber pada kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga yang berlangsung di Aula DDI Baruga, Selasa (14/7/2026). Mengangkat materi Moderasi Beragama dalam Empat Pilar Kebangsaan, kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh para santri sebagai bekal memperkuat karakter kebangsaan sekaligus menanamkan sikap beragama yang moderat.

Dalam penyampaiannya, Ka. Kankemenag menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan. Nilai-nilai tersebut, sejalan dengan Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema persatuan bangsa. Film tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang, namun mampu hidup berdampingan karena menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, gotong royong, serta mengutamakan kepentingan bersama. Pesan utama yang disampaikan adalah perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Usai pemutaran film, suasana kelas semakin hidup melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para santri diminta menceritakan kembali isi film, mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian menyimpulkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat moderasi beragama, khususnya di Provinsi Sulawesi Barat. Berbagai pendapat yang disampaikan peserta menunjukkan pemahaman bahwa toleransi, persaudaraan, saling menghargai, serta cinta tanah air merupakan modal utama dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam arahannya, Ka. Kankemenag menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat. Ia mengatakan bahwa santri tidak hanya dituntut memiliki ilmu agama yang baik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.

"Kami berharap seluruh santri mampu menjadi pelopor moderasi beragama di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang mencintai agama sekaligus mencintai bangsa, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan karakter seperti itulah, kita dapat mewujudkan Sulawesi Barat yang rukun, damai, dan harmonis," harapnya.

Melalui kegiatan MATAMUDA ini, diharapkan para murid baru Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga tidak hanya memperoleh bekal akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, karakter moderat, serta komitmen untuk menjaga persatuan dalam bingkai NKRI. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang membentuk generasi religius, toleran, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat.

Foto : Istimewa
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman


Wilayah LAINNYA