Mamuju — Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 resmi ditutup di Masjid Raya Suada, Mamuju, Kamis (2/7/2026). Penutupan berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membina generasi Qur'ani sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama yang berorientasi pada penguatan kehidupan keagamaan serta pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan, hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, dewan hakim, kafilah dari enam kabupaten, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan dukungan bersama dalam membangun ekosistem pembinaan Al-Qur'an yang berdampak bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Adnan menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tidak boleh bergantung pada besar kecilnya anggaran.
Menurutnya, semangat membina dan melahirkan generasi Qur'ani harus tetap menjadi prioritas, karena MTQ merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berakhlak mulia.
Ia menjelaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pemetaan kemampuan para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan peserta pada seluruh cabang lomba. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menyusun pola pembinaan yang lebih terarah agar potensi terbaik daerah dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Adnan juga mengingatkan bahwa Sulawesi Barat memiliki tradisi membanggakan dalam ajang MTQ. Prestasi tersebut, menurutnya, hanya dapat dipertahankan melalui pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan dimulai sejak dini. Konsep long training dinilai menjadi kebutuhan agar para peserta memiliki kesiapan yang matang menghadapi persaingan MTQ tingkat nasional yang semakin kompetitif.
"Kita memiliki potensi untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan, Insya Allah Sulawesi Barat mampu memperoleh hasil terbaik," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keikutsertaan Sulawesi Barat pada MTQ Nasional tidak semata-mata mengejar peringkat. Yang lebih utama adalah membangun tradisi mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an di tengah masyarakat, sehingga prestasi yang diraih menjadi buah dari proses pembinaan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pihak.
Pada malam penutupan, panitia mengumumkan para peserta terbaik dari seluruh cabang yang diperlombakan sekaligus menetapkan Kabupaten Polewali Mandar sebagai Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Sementara itu, kabupaten lainnya diharapkan terus meningkatkan kualitas pembinaan, khususnya bagi generasi muda, agar semakin banyak lahir insan-insan Qur'ani yang mampu mempelajari, memahami, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, MTQ diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat yang moderat, religius, dan berakhlak mulia, sejalan dengan arah pembangunan Kementerian Agama yang menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan umat.
Wilayah
MTQ Sulbar 2026 Ditutup, Kakanwil Kemenag Dorong Pembinaan Berkelanjutan untuk Cetak Generasi Qur'ani Berprestasi
MTQ Sulbar 2026 Ditutup, Kakanwil Kemenag Dorong Pembinaan Berkelanjutan untuk Cetak Generasi Qur'ani Berprestasi
- Kamis, 2 Juli 2026 | 21:05 WIB