Plt. Kasatgaswil Sulbar Ajak Kepala KUA Perkuat Sinergi Cegah Paham IRET dan NVE

Pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Narasi Violent Extremism (NVE) bagi penghulu.

Mamasa (Humas Kemenag Sulbar) – Plt. Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari, S.H., mengajak Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan para penghulu se-Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju untuk memperkuat kolaborasi dalam mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta Narasi Violent Extremism (NVE) di Provinsi Sulawesi Barat.

Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Kegiatan Peningkatan SDM Penghulu yang diselenggarakan oleh Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat di KUA Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Kamis (6/8).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, H. Mustafa Tangngali, Kapolsek Mambi, Ipda Riswandi, para Kepala KUA, serta penghulu dari Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju.

Dalam pemaparannya, AKBP Soffan Ansyari menegaskan bahwa pencegahan paham IRET dan NVE merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk Kementerian Agama melalui peran strategis Kepala KUA dan penghulu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kepala KUA dan para penghulu adalah garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Karena itu, kolaborasi yang kuat sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan pencegahan lebih efektif dibandingkan penindakan. Oleh sebab itu, penguatan moderasi beragama, literasi keagamaan, serta deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar, H. Misbahuddin, mengapresiasi kehadiran Densus 88 AT Polri sebagai mitra strategis dalam memberikan penguatan wawasan kebangsaan kepada para penghulu dan Kepala KUA.

"Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas penghulu dan Kepala KUA, tidak hanya dalam memberikan pelayanan keagamaan, tetapi juga sebagai agen moderasi beragama yang mampu menjaga kerukunan serta menangkal berkembangnya paham-paham yang dapat mengganggu persatuan bangsa," ungkap H. Misbahuddin.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara Kementerian Agama dan Densus 88 AT Polri dalam memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham IRET dan NVE di Sulawesi Barat. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkokoh kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis sesuai semangat Moderasi Beragama yang terus digaungkan Kementerian Agama.


Wilayah LAINNYA