Kontingen Pesparawi Sulbar Dilepas ke Manokwari, Kemenag Dorong Harmoni dan Spirit Persaudaraan

Pelepasan kontingan sulbar menuju pesparawi nasional

Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sulawesi Barat untuk mengikuti ajang nasional Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat pada 18–28 Juni 2026. Pelepasan dilakukan oleh Junda Maulana mewakili Gubernur Sulawesi Barat di Aula Pemerintah Provinsi Sulbar, Rabu (10/6), sebagai bentuk dukungan moral kepada para peserta yang akan membawa nama daerah di panggung nasional.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Yakub F. Solon, menjelaskan bahwa keikutsertaan kontingen Sulawesi Barat dalam Pesparawi tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan iman, pengembangan seni suara gerejawi, serta penguatan solidaritas antarumat beriman. Menurutnya, Pesparawi menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan lintas denominasi gereja, memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah, sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan kebersamaan dalam bingkai kebangsaan.

Pesparawi juga dinilai selaras dengan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama menuju masyarakat yang adil dan makmur. Dalam konteks tersebut, kehadiran kontingen Sulawesi Barat dipandang sebagai bagian dari kontribusi nyata daerah dalam merawat kerukunan dan memperkuat persatuan bangsa melalui seni dan penghayatan iman.

Sebanyak 191 anggota kontingen Sulawesi Barat akan mengikuti 10 kategori lomba, meliputi paduan suara pria, wanita, remaja pemuda, anak, vokal grup, musik gerejawi nusantara (etnik), hingga cabang solo anak dan remaja. Para peserta merupakan hasil pembinaan berjenjang yang melibatkan kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, dan Mamasa, melalui sinergi antara LPPD, Kementerian Agama, pemerintah daerah, gereja, pelatih, serta berbagai pihak pendukung lainnya.

Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana berpesan agar seluruh peserta tidak berkecil hati di tengah keterbatasan, melainkan menjadikan keikutsertaan sebagai bentuk pengabdian dan amanah untuk membawa nama baik daerah. Ia menegaskan bahwa para peserta merupakan duta Sulawesi Barat yang tidak hanya membawa semangat kompetisi, tetapi juga memperkenalkan kearifan budaya daerah kepada masyarakat nasional.

“Melalui event ini kita mengeratkan persaudaraan. Nilai persaudaraan itulah yang menjadi fondasi dalam merawat kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya, seraya mengajak seluruh kontingen untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta membangun pengalaman berharga selama mengikuti Pesparawi di Manokwari.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar mengingatkan seluruh peserta agar terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat kebersamaan selama mengikuti kegiatan. Dari sudut pandang Kementerian Agama, Pesparawi tidak sekadar panggung seni gerejawi, tetapi juga ruang penguatan moderasi beragama, persaudaraan, dan pelayanan umat.

Dalam kesempatan tersebut, Pembimas Kristen juga mengungkapkan bahwa kontingen Sulawesi Barat membawa bibit pohon eboni untuk ditanam di Taman Nusantara di Manokwari. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas ekoteologi Kementerian Agama, yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik keagamaan dan tanggung jawab bersama dalam merawat ciptaan Tuhan.

Melalui pelepasan ini, diharapkan seluruh anggota kontingen mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga nama baik Sulawesi Barat di tingkat nasional. Lebih dari sekadar meraih prestasi, kehadiran mereka diharapkan menjadi duta harmoni yang menghadirkan “melodi persaudaraan” dari Sulawesi Barat untuk Indonesia.


Wilayah LAINNYA