Polewali Mandar — Penguatan Kinerja dan Profesionalisme ASN: Manajemen Talenta menuju ASN Profesional dan Berintegritas, menjadi fokus pembinaan ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh ASN Kemenag Polman menghadirkan Kepala Biro SDM Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Zain, M.Ag., serta dihadiri Plt. Kepala Kemenag Polman H. Abd. Haris, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I., Kabiro UIN Palopo Prof. Dr. H. M. Arsad Ambo, para kepala seksi dan penyelenggara, serta pengawas madrasah dan PAI.
Dalam arahannya, Muhammad Zain menekankan bahwa birokrasi tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi harus mampu menghadirkan solusi dan mengambil keputusan secara cepat serta tepat.
“Tantangan birokrasi adalah bagaimana kita mampu menembus tembok-tembok birokrasi yang tebal,” ujarnya. Ia menegaskan, pejabat harus mampu memberikan nilai tambah dengan mengubah persoalan menjadi peluang melalui solusi yang tepat.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Zain, M.Ag., dalam arahannya kepada ASN Kemenag Polman. Ia menegaskan bahwa SDM merupakan aset strategis yang perlu dikelola secara profesional melalui pengembangan kompetensi, pengelolaan karier, dan penerapan prinsip meritokrasi.
“Yang paling mahal dalam sebuah instansi adalah SDM-nya,” tegasnya.
Menurutnya, ASN perlu memahami perbedaan antara karier dan jabatan. Pengelolaan karier, termasuk pemenuhan hak ASN seperti kenaikan pangkat, harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan berdasarkan kinerja serta kompetensi.
Selain kompetensi teknis, Dr. Zain menekankan pentingnya kemampuan ASN dalam berkomunikasi dan membangun relasi positif. Menurutnya, profesionalisme juga tercermin dari kemampuan memahami karakter orang lain dan menciptakan lingkungan kerja yang saling menghargai.
“Bagaimana kita menempatkan diri ketika bertemu dengan seseorang dan bagaimana membuat setiap orang merasa dihargai,” pesannya.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Kementerian Agama juga didorong untuk terus memperkuat integrasi layanan berbasis digital. Digitalisasi diharapkan mampu membuat pelayanan lebih cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Namun, transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan penyederhanaan proses kerja dan pengambilan keputusan yang cepat serta tepat, dengan tetap berpedoman pada regulasi dan kepentingan masyarakat.
Dr. Zain turut menekankan pentingnya kolaborasi, sinergi, dan sosialisasi dalam membangun kinerja organisasi. Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Setiap ASN dapat memberikan kontribusi melalui pekerjaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bertanggung jawab.
Melalui pembinaan tersebut, ASN Kemenag Polman diharapkan semakin profesional, adaptif, solutif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Penguatan SDM dan kolaborasi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang semakin efektif serta layanan Kementerian Agama yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Penulis/Editor: Hardianti Purnama