Perkuat Moderasi Beragama, Kemenag Apresiasi Sinergi Lintas Agama Tangkal Paham Intoleransi di Mamuju Tengah

Sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri

Mamuju Tengah — Upaya menjaga kerukunan umat beragama tidak hanya diwujudkan melalui dialog, tetapi juga dengan membangun kesadaran bersama untuk menangkal paham yang mengancam persatuan bangsa. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri bersama para tokoh lintas agama di Wihara Giri Kartika, Desa Salugatta, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (12/7).

Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh agama Buddha, Islam, Kristen, tokoh masyarakat, aparat pemerintah desa, aparat keamanan, hingga berbagai unsur masyarakat. Kebersamaan lintas iman yang terbangun menjadi gambaran nyata komitmen bersama dalam merawat kerukunan sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat terhadap penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan moderasi beragama, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.

Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari, mengatakan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat sinergi masyarakat lintas agama dalam mencegah penyebaran paham IRET.

"Selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Mamuju Tengah," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Wihara Giri Kartika Salugatta, Supriyo; tokoh agama Buddha Edi Miswanto; perwakilan umat Islam Nursalim; perwakilan umat Kristen Jonathan; unsur pemerintah daerah, aparat desa, serta puluhan warga Salugatta. Hadir pula mantan anggota Jamaah Islamiyah, Joko Santoso, yang turut berbagi pengalaman sebagai bagian dari upaya edukasi dan pencegahan radikalisme di tengah masyarakat.

AKBP Soffan Ansyari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga persatuan dan tidak memberi ruang bagi berkembangnya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila maupun peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, sinergi antara aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai ancaman terhadap kehidupan berbangsa.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para tokoh lintas agama di Mamuju Tengah menjadi bukti bahwa kerukunan merupakan modal sosial yang sangat berharga. Dengan terus mengedepankan dialog, kolaborasi, dan saling menghormati, masyarakat diharapkan mampu menjaga harmoni serta mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, dan berkeadaban, sebagaimana menjadi cita-cita bersama dalam pembangunan kehidupan beragama di Indonesia.


Wilayah LAINNYA