Momentum Satu Abad NU, Kakanwil Adnan Nota Ajak Perkuat Kemandirian Organisasi

Dzikir dan Tasyakkuran memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama

Mamuju, Humas Kanwil – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menggelar Dzikir dan Tasyakkuran yang berlangsung khidmat di Aula Kanwil Kemenag Sulbar, Selasa, 3 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PWNU Sulawesi Barat, para tokoh agama, serta jamaah Nahdlatul Ulama. Dzikir dan tasyakkuran ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan di Indonesia.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Adnan Nota, yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Sulawesi Barat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan NU selama satu abad merupakan bukti kuatnya organisasi ini dalam merawat persatuan umat dan bangsa.

“Perjalanan panjang Nahdlatul Ulama hingga mencapai usia 100 tahun tentu bukan hal yang mudah. Hari ini kita merasakan euforia kebersamaan, karena NU mampu bertahan dan terus memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” ujar Adnan Nota.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dan pengelolaan organisasi NU ke depan harus diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang menyejukkan dan membahagiakan umat. Salah satunya melalui pengajian yang menghadirkan suasana damai dan penuh kegembiraan.

“Kita ingin pengajian-pengajian itu ramai, karena Indonesia yang damai dan beragama adalah Indonesia yang bergembira,” tuturnya.

Selain itu, Adnan Nota juga menekankan pentingnya kemandirian organisasi. Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan NU diharapkan mampu dikelola secara mandiri tanpa ketergantungan berlebihan kepada pihak lain.

“Kita punya organisasi besar. Jika beraktivitas, kita harus mampu mandiri,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh PCNU di Sulawesi Barat untuk terus bersinergi dan bergerak bersama agar tiga cita-cita utama organisasi, yakni penguatan keagamaan, kemandirian organisasi, dan persatuan jamaah dapat terwujud secara nyata.

Menutup sambutannya, Adnan Nota menyampaikan keyakinannya bahwa mengurus jam’iyah NU merupakan ladang keberkahan. Ia merasakan secara pribadi bahwa berkhidmat di NU membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

“Mengurus organisasi ini penuh dengan berkah. Itu yang membuat hidup saya tenang dan merasa tentram,” pungkasnya.

Kegiatan dzikir dan tasyakkuran ini diakhiri dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar Nahdlatul Ulama terus berperan aktif dalam menjaga Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Wilayah LAINNYA