MAMUJU — Semangat merawat rumah ibadah dan membangun kepedulian di tengah masyarakat terasa di Sulawesi Barat, Senin (10/8/2026). Melalui Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional (Geber Masjid), sebanyak 188 masjid yang tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat secara serentak dibersihkan dan ditata agar semakin nyaman digunakan masyarakat untuk beribadah.
Di tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Masjid Nurul Muamalah, Kompleks SPBU H. Laumma, dan Masjid At-Taqwa, Kompleks Terminal Simbuang. Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan masjid, sebagai wujud kepedulian terhadap keberadaan rumah ibadah sebagai ruang penting bagi kehidupan umat.
Namun, semangat Geber Masjid di Sulawesi Barat tidak berhenti pada rumah ibadah umat Islam. Nilai kepedulian dan gotong royong juga diwujudkan oleh ASN Kementerian Agama yang beragama lain dengan melakukan aksi bersih-bersih di rumah ibadah masing-masing.
Di antaranya, kegiatan dilaksanakan di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Bukit Zaitun Mamuju, Pura Sthana Dewata, serta Vihara Bukit Naga. Langkah ini menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah merupakan nilai bersama yang melampaui perbedaan keyakinan.
Bagi Kementerian Agama, rumah ibadah bukan sekadar tempat melaksanakan ritual keagamaan. Rumah ibadah juga menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kerukunan. Karena itu, gerakan merawat rumah ibadah sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan program prioritas Kementerian Agama yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari halaman masjid hingga lingkungan gereja, pura, dan vihara, semangat yang dibangun tetap sama: menjaga kebersihan, merawat kenyamanan, dan menumbuhkan kepedulian. Di tengah keberagaman Sulawesi Barat, aksi sederhana ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bergotong royong dan merawat ruang bersama.
Geber Masjid pun tidak sekadar menjadi gerakan bersih-bersih. Lebih jauh, gerakan ini menjadi pesan bahwa merawat rumah ibadah adalah bagian dari merawat kehidupan bersama—membangun lingkungan yang nyaman untuk beribadah sekaligus memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.