Kemenag Majene: Antara Lain Maulid Berhikmah Jika Masjid Makin Ramai Pasca Maulid

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Abrar, Labuang, Kabupaten Majene.

Majene — Lantunan sholawat menggema di Masjid Nurul Abrar, Labuang, Kabupaten Majene, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar hari ini. Bukan sekadar seremoni tahunan, momentum ini dijadikan ajang mempertemukan pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam satu barisan zikir dan doa.

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Majene Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, Wakil Bupati Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharu, M.Pd., Staf Ahli Gubernur Sulawesi Barat, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kyai dan alim ulama, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum yang memadati masjid.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene sendiri belum bisa hadir langsung karena masih bertugas mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional di Semarang. Kehadiran Kemenag diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI), Jalal, M.M., yang di awal sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran pimpinan.

Mengawali sambutan, Jalal mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana yang telah menyukseskan peringatan Maulid dengan lancar dan khidmat. Namun ia menegaskan bahwa tentu ada indikator lain mengapa dan kapan acara maulid masuk dalam kategori berhasil.

"adalah seberapa ramai saf salat lima waktu di masjid setelah acara ini selesai, dan tugas kita semua untuk membawa anak-anak kita mendatangi masjid" tegas Jalal.

Menurutnya, semangat itulah yang kini terus digaungkan Kementerian Agama lewat Kemenag Berdampak, arah kerja Kemenag yang menitikberatkan program-program keagamaan agar benar-benar terasa manfaatnya oleh umat, bukan sekadar seremoni yang usai begitu acara bubar. Memakmurkan masjid dan menghidupkan kembali gairah berjamaah, kata Jalal, adalah wajah nyata dari dampak yang dimaksud.

Di penghujung sambutan, Jalal mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda, untuk merapatkan barisan mendukung Gerakan Subuh Berjamaah yang digagas Bupati Majene.

Baginya, gerakan ini bukan program biasa, melainkan momentum emas untuk menghidupkan kembali masjid-masjid di waktu yang paling sepi jamaahnya.

"Subuh adalah ujian sesungguhnya keimanan kita. Kalau subuh sukses maka insyaAllah semua urusan hari itu akan tuntas dengan baik," ujarnya.

Ia menilai, Gerakan Subuh Berjamaah ini selaras betul dengan semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan layanan dan pembinaan keagamaan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan umat dalam memakmurkan rumah Allah.

"Mari jadikan Maulid ini bukan titik akhir perayaan, tapi titik awal kebangkitan. Cukup dengan langkah sederhana, rutin ke masjid, dan sukseskan subuh berjamaah bersama Bapak Bupati," pungkas Jalal menutup sambutannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Abrar Labuang ini berlangsung khidmat sekaligus hangat, menjadi bukti kebersamaan pemerintah, ulama, dan masyarakat Kabupaten Majene dalam merawat semangat keagamaan di tengah masyarakat.


Wilayah LAINNYA