Semarang (Kemenag) --- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan beragam cabang lomba terkait Al-Qur’an. Lebih dari itu, ada beragam kegiatan, mulai dari seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, serta pengembangan perlombaan dengan pemanfaatan teknologi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, rangkaian MTQ Nasional XXXI tidak hanya berfokus pada perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Sejumlah agenda pendukung juga menghadirkan peserta dalam jumlah besar serta pembicara dari berbagai kalangan.
“Ini bukan hanya pengajian ayat suci Al-Qur'an, tapi juga saya menghadiri diskusi ya, seminar. Itu ada sekitar lima ribuan sampai enam ribuan orang yang hadir,” ujar Menag usai pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Menag, sejumlah ulama turut hadir dalam rangkaian tersebut, di antaranya Rektor Al-Azhar Kairo, Mesir.
Pengembangan Perlombaan
Menag juga menyoroti pengembangan cabang perlombaan dalam MTQ Nasional XXXI. Salah satunya cabang kaligrafi yang mulai mengakomodasi penggunaan perangkat elektronik.
“Dan yang paling penting buat kita di Semarang ini, bertambah beberapa cabang perlombaan, termasuk kaligrafi. Kaligrafi selama ini kan konvensional menggunakan cat warna-warni ya, tapi sekarang menggunakan elektronik,” katanya.
Menag juga menyebut teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut terlibat dalam penyelenggaraan MTQ kali ini. “AI juga ikut terlibat di dalam MTQ kali ini,” ujar Menag.
Selain itu, Menag menilai lokasi kegiatan di Semarang relatif lebih terkonsentrasi dibandingkan sejumlah penyelenggaraan sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai memudahkan penonton, pengamat, dan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan.
Ruang Silaturahmi Antardaerah
Menko PMK Pratikno mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi antardaerah. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
“Jadi, MTQ ini sekaligus juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi yang utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu,” ujarnya.
Semangat tersebut terlihat dalam pawai yang diikuti 37 provinsi. Menag mengatakan, setiap daerah menampilkan seni masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Tadi pagi juga kita menyaksikan pawai yang luar biasa dari seluruh daerah, 37 provinsi datang, dan itu menampilkan seni-seni terbaiknya di arena ini,” kata Menag.
Potensi UMKM Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, MTQ Nasional XXXI juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kearifan lokal dari berbagai daerah. Menurutnya, pameran UMKM dalam rangkaian MTQ tidak hanya melibatkan pelaku usaha dari Jawa Tengah, tetapi juga menghadirkan potensi dari daerah lain.
“Artinya, ini merupakan suatu potensi ekonomi yang kita kembangkan dengan saling membagikan kearifan atau potensi wilayahnya masing-masing,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menyebut Jawa Tengah memiliki hampir 4,2 juta UMKM. Kehadiran peserta dari berbagai daerah, menurutnya, dapat menjadi momentum untuk saling mengenalkan potensi dan membangun kolaborasi.
“Tidak ada daerah yang paling maju, tidak ada daerah yang paling tertinggal. Kita tumbuh bersama,” katanya.
Rekor MURI
Rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI juga mencatat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Piagam penghargaan diberikan kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebagai pemrakarsa kegiatan menyanyikan Mars MTQ secara hybrid oleh peserta terbanyak, dengan jumlah 288.262 peserta.
Agustina menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Semarang sebagai bagian dari penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Ia mengatakan, terselenggaranya pembukaan merupakan hasil kerja keras berbagai pihak.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berlangsung hingga 20 September. Selain perlombaan, rangkaian kegiatan mencakup seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, dan agenda lain yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah.