Pasuruan — MAN Insan Cendekia (IC) Pasuruan menerima kunjungan kolaboratif dari jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat dalam suasana yang hangat, penuh keakraban, dan sarat inspirasi.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan sinergi antar satuan kerja Kementerian Agama, khususnya dalam pengembangan sistem pendidikan unggul berbasis integrasi keilmuan dan karakter.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Barat, Dr. KH. Adnan Nota, MA, yang juga menjabat sebagai Ketua PWNU Provinsi Sulawesi Barat.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kepala Subbag TU Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, Dr. H. Bakhrul Ulum, S.Ag, M.Si, serta Ajudan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Muchsin Firman, S.Pd, M.Pd.
Rombongan disambut langsung oleh Plt. Kepala MAN IC Pasuruan, H. Nasrudin, M.Si, beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika madrasah.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi secara mendalam mengenai tata kelola pendidikan, sistem pembinaan akademik dan karakter, budaya riset, hingga manajemen asrama yang menjadi kekhasan MAN Insan Cendekia.
Dr. KH. Adnan Nota menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sistem pendidikan yang diterapkan di MAN IC Pasuruan.
“Saya melihat langsung bagaimana Insan Cendekia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sangat kuat dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan budaya berpikir kritis. Ini adalah model pendidikan masa depan yang sangat menginspirasi,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa sistem pendidikan Insan Cendekia dapat menjadi referensi strategis bagi pengembangan madrasah unggulan di Sulawesi Barat, terutama dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Sementara itu, Plt. Kepala MAN IC Pasuruan, H. Nasrudin, M.Si, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen MAN IC Pasuruan untuk terus membuka ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan madrasah unggulan.
“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi, berbagi pengalaman, dan saling belajar antar wilayah. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan madrasah secara nasional,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan dialog reflektif, peninjauan lingkungan madrasah, serta dokumentasi bersama. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan madrasah unggulan di lingkungan Kementerian Agama.
Suasana pertemuan yang hangat dan penuh inspirasi mencerminkan semangat kolaborasi dan kesamaan visi dalam membangun pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan berorientasi masa depan. (humas)
Wilayah
Belajar dari MAN IC Pasuruan, Kemenag Sulbar Siapkan Rancangan Madrasah Unggulan di Tanah Malaqbiq
- Ahad, 8 Februari 2026 | 14:28 WIB