Semangat dan Optimisme merebak dari Ruang pertemuan SD 14 Baruga Majene, pada Senin pagi (3/8/2026). Di hadapan puluhan pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam KKG PAI Gugus Toleransi, Kepala Seksi PAI Kemenag Majene, Jalal, M.M. memberikan pesan inspiratif tentang pentingnya memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial pada anak-anak di era modern.
Membuka kegiatan Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru Melalui CP 020, Jalal mengajak seluruh guru PAI untuk memandang potensi generasi muda saat ini sebagai peluang besar untuk menumbuhkan nilai-nilai hablum minannas (hubungan baik antar-sesama) yang lebih kuat.
"Anak-anak kita hari ini memiliki kecerdasan dan akses informasi yang luar biasa. Tugas indah kita sebagai guru PAI adalah membimbing kecerdasan tersebut agar berpadu selaras dengan kepekaan batin, kejujuran, serta kepedulian sosial yang nyata dalam kehidupan sehari-hari," tutur Jalal dengan penuh kehangatan.
Jalal menjelaskan bahwa Capaian Pembelajaran (CP) 020 hadir sebagai jawaban segar untuk mendukung peran guru PAI di sekolah. CP 020 didesain agar pembelajaran agama tidak hanya berhenti pada pemahaman teks, tetapi tumbuh menjadi pengalaman belajar yang mendalam (Deep Learning), menyenangkan, dan berdampak pada pembentukan karakter.
Melalui CP 020, kelas PAI diposisikan sebagai ruang tumbuh bagi murid untuk melatih empati, mengasah rasa saling menghargai, dan membiasakan akhlak terpuji (Makarim al-Akhlaq).
Langkah Bersama di Ruang Kelas PAI
Melalui kegiatan pendampingan yang berlangsung hingga siang hari ini, Kasi PAI Kemenag Majene mendorong para pendidik di Gugus Toleransi untuk mengoptimalkan tiga langkah positif:
Mengintegrasikan Ilmu dan Aksi Nyata: Pembelajaran akidah dan akhlak dihubungkan langsung dengan kegiatan kepedulian, seperti gotong royong, berbagi dengan sesama, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Menghidupkan Suasana Inklusif (Al-Samhah): Mengajarkan keagamaan dengan pendekatan yang penuh kasih (Rahmatan lil 'Alamin), menumbuhkan rasa saling menyayangi antar-teman, dan menghargai keragaman.
Mengembangkan Pembelajaran Kreatif: Bersama forum KKG Gugus Toleransi, guru menyusun Modul Ajar CP 020 yang kontekstual dan dekat dengan dunia anak-anak masa kini.
"CP 020 memberikan kebebasan bagi kita untuk mengajar dengan hati. Mari kita jadikan pelajaran agama sebagai momen yang paling dinanti anak-anak—momen di mana mereka belajar mencintai sesama, mempraktikkan kebaikan, dan menjadi pembawa kedamaian di sekitarnya," pesan Jalal menuntaskan sambutannya.
Melalui pendampingan ini, Kemenag Majene optimis para guru PAI di SD 14 Baruga dan Gugus Toleransi semakin siap menjadi teladan utama dalam membimbing lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dan kaya akan empati sosial.
Pada kesempatan yang sama Ketua KKG Gugus Toleransi Ibu Yayu Setianingsih mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan motivasi dari Kepala Seksi PAI bagi rekan-rekan Guru Agama di Majene, "Kami sangat senang atas kedatangan Kasi PAI disela agenda yang padat, untuk membersamai kami Guru PAI di sekolah" paparnya.