Majene, (Humas) - Rakerda IPARI Kab. Majene tidak hanya menjadi ruang konsolidasi program kerja, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan yang digelar di Dusun Alle-alle, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kamis (15/1/2026), dirangkaikan dengan aksi pelepasan tukik (anak penyu) di pesisir Mekkatta sebagai simbol penerapan nilai ekoteologi.
Plt. Ka. Kankemenag Kab. Majene, H. Hasyim, didampingi Kasi Bimas Islam H. Muhammad Yusuf serta Plt. Ketua DWP Kankemenag Kab. Majene Hj. Kamila, secara langsung melepas tukik ke laut lepas. Aksi ini disaksikan oleh Ketua IPARI Kab. Majene bersama seluruh penyuluh agama se-Kabupaten Majene yang hadir dalam Rakerda tersebut.
Pelepasan tukik dipilih karena penyu laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Penyu membantu menjaga kesehatan padang lamun dan terumbu karang yang menjadi penopang kehidupan biota laut lainnya. Dalam perspektif ekoteologi, menjaga keberlangsungan hidup penyu berarti ikut merawat ciptaan Tuhan dan mencegah kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan manusia. Aksi ini menjadi simbol bahwa ajaran agama tidak terpisah dari upaya menjaga alam, melainkan saling menguatkan sebagai bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Pelepasan tukik ini menjadi pesan kuat bahwa peran penyuluh agama tidak hanya sebatas pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keseimbangan alam. Konsep ekoteologi yang diusung menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada umat.
Melalui kegiatan ini, IPARI Kab. Majene berharap para penyuluh agama dapat menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya merawat alam sebagai amanah Tuhan, sejalan dengan semangat moderasi beragama dan pembangunan berkelanjutan.
Foto : Kadir/ Achsan
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman
Editor : Rafidah Abdul Rahman
Daerah
Rakerda IPARI Majene Gaungkan Ekoteologi, Lepas Tukik di Pesisir Mekkatta
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:42 WIB