Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, hadir memberikan ceramah pada Pengajian Akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 yang dirangkaikan dengan Istighosah oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasangkayu. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Hikmah, lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Karave, Kabupaten Pasangkayu.(19/01/2025)
Ribuan jamaah memadati lokasi acara, mulai dari dalam masjid hingga ke pelataran dan area tenda-tenda yang disediakan panitia. Acara diawali dengan lantunan salawat yang diiringi rebana, dibawakan oleh para santri dan santriwati pondok pesantren.
Hadir mendampingi H. Adnan Nota, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulbar, Kabid Bimbingan Masyarakat Islam H. Haerul, Kepala Kantor Kemenag Pasangkayu, dan jajaran lainnya. Acara diawali dengan laporan panitia oleh Kyai Asep Saifullah, sambutan dari Ketua PCNU Pasangkayu H. Haerul, serta Wakil Bupati Pasangkayu, Hj. Herni Agus Ambo Jiwa.
Dalam ceramahnya, H. Adnan Nota mengulas perjalanan sejarah Nahdlatul Ulama, mengingatkan jamaah tentang perjuangan Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari dalam mendirikan NU. Beliau menjelaskan bahwa pendirian NU bukan hanya bermodal semangat pribadi, tetapi hasil musyawarah para ulama dengan restu dari sang guru, Kyai Bangkalan, dan izin dari Rasulullah SAW.
"Logo NU yang bergambar bola dunia dan tulisan NU menggambarkan bahwa NU bukan hanya untuk Indonesia, tetapi untuk dunia," jelas H. Adnan, sembari menyebut keberadaan NU di mancanegara, seperti Afghanistan, Kanada, Korea, dan Jepang.
H. Adnan juga menekankan pentingnya menjadikan agama sebagai sumber kebahagiaan, bukan ketakutan. "Beragama harus menggembirakan, menjadikan hubungan kita dengan sesama lebih baik, sebagaimana Rasulullah SAW diutus sebagai Rahmatan lil ‘Alamin," tuturnya.
Ceramah ditutup dengan berbagai kisah Rasulullah SAW yang memberikan semangat kepada jamaah. Acara dilanjutkan dengan Istighosah, dzikir, dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Zaini dari Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Kyai Asadullah dari Pondok Pesantren Al-Falah.
Pengajian Akbar ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah dan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah di Kabupaten Pasangkayu. (Adn)