Mamuju (Humas Kanwil Kemenag Sulbar) — Kementerian Agama terus memperkuat penyelenggaraan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan memiliki kepastian legalitas bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Visitasi Izin Penyelenggaraan Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK) Rajawali Setia di Kalukku, Kabupaten Mamuju, Jumat (18/9/2026).
Visitasi dilakukan Kepala Subdirektorat Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Antonius H. Welhelmus Lopis, didampingi Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Ayub. Kehadiran tim Kementerian Agama menjadi bagian dari proses penilaian terhadap kesiapan penyelenggaraan pendidikan sekaligus memastikan lembaga pendidikan keagamaan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Kabupaten Mamuju, Marlyna, Pengurus Yayasan Setia, Kepala SMPTK Rajawali Setia Kalukku Diece Tirina, tokoh agama, para guru, serta siswa dan siswi.
Bagi SMPTK Rajawali Setia, proses visitasi memiliki arti penting. Setelah melewati proses dan pergumulan dalam upaya memperoleh izin penyelenggaraan, kehadiran Kementerian Agama menjadi momentum untuk memastikan keberlanjutan lembaga pendidikan tersebut dalam memberikan layanan pendidikan keagamaan kepada masyarakat.
Perwakilan Yayasan Setia, Pdt. Yefri P. Messah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Kementerian Agama terhadap pengembangan pendidikan keagamaan Kristen di Sulawesi Barat. Ia menegaskan bahwa pendidikan keagamaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan komitmen dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Barat dan Penyelenggara Kristen Kemenag Kabupaten Mamuju yang terus mendorong pengembangan pendidikan keagamaan. Menurutnya, semangat tersebut perlu diteruskan oleh yayasan, kepala sekolah, dan para guru melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Kepala SMPTK Rajawali Setia Kalukku, Diece Tirina, mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan visitasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa upaya memperoleh izin dan legalitas sekolah merupakan salah satu proses yang terus diperjuangkan pihak sekolah setiap tahun.
“Ini merupakan pergumulan kami setiap tahun untuk adanya izin dan legalitas sekolah kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Ayub, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Subdirektorat Pendidikan Dasar Ditjen Bimas Kristen di Sulawesi Barat. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan pendidikan keagamaan sekaligus memberikan dorongan bagi lembaga pendidikan Kristen untuk terus melakukan pembenahan.
“Dunia pendidikan keagamaan Kristen menuntut kita untuk terus berbenah dan mengambil langkah. Kita harus siap menerima segala hasil dari proses visitasi ini dan terus mencari solusi terbaik untuk memenuhi harapan bersama,” ujar Ayub.
Ia menambahkan, SMPTK Rajawali Setia diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu wadah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter, kompetensi, dan nilai-nilai keagamaan.
“Sekolah ini akan menjadi cikal bakal pemimpin di masa depan. Semoga kehadiran Pak Kasubdit menjadi penyemangat bagi kita semua dalam membangun pendidikan keagamaan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Subdirektorat Pendidikan Dasar Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Antonius H. Welhelmus Lopis, menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam membangun dan mengembangkan pendidikan keagamaan Kristen di tengah masyarakat.
Menurut Antonius, keberadaan sekolah pendidikan keagamaan merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya harapan orang tua terhadap pendidikan anak-anak yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter.
“Modal yang paling penting adalah komitmen dalam membangun sekolah pendidikan keagamaan Kristen di tengah masyarakat. Itu merupakan kerinduan para orang tua,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa salah satu karakteristik utama pendidikan keagamaan Kristen adalah penguatan karakter peserta didik. Berdasarkan data yang disampaikannya, saat ini terdapat 136 SMPTK di Indonesia, terdiri atas lima sekolah berstatus negeri dan 131 sekolah berstatus swasta.
Antonius juga mendorong Yayasan Setia bersama seluruh unsur sekolah untuk terus bekerja dan melakukan pengembangan SMPTK Rajawali Setia. Namun, pengembangan tersebut harus tetap dilaksanakan sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Harus ada sinergitas antara yayasan, pemerintah, dan gereja dalam membangun kemajuan pendidikan,” tegasnya.
Menurut Antonius, legalitas penyelenggaraan menjadi aspek penting dalam memastikan pendidikan berjalan sesuai ketentuan. Selain memberikan kepastian hukum bagi lembaga, legalitas juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan dukungan pemerintah terhadap sekolah, termasuk pemenuhan hak dan sarana bagi guru pada lembaga pendidikan yang telah memenuhi ketentuan legalitas.
Visitasi SMPTK Rajawali Setia Kalukku menjadi salah satu wujud kehadiran Kementerian Agama dalam memastikan pendidikan keagamaan dapat tumbuh secara sehat, tertib, dan berkelanjutan. Penguatan legalitas berjalan beriringan dengan peningkatan mutu, penguatan karakter, serta kolaborasi antara pemerintah, yayasan, gereja, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, pendidikan keagamaan Kristen di Sulawesi Barat diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan siap mengambil peran dalam kehidupan masyarakat serta pembangunan bangsa.
Wilayah
Kemenag Perkuat Legalitas dan Mutu Pendidikan Keagamaan Kristen melalui Visitasi SMPTK Rajawali Setia
Kemenag Perkuat Legalitas dan Mutu Pendidikan Keagamaan Kristen melalui Visitasi SMPTK Rajawali Setia
- Ahad, 20 September 2026 | 17:43 WIB