Kemenag Dorong Penguatan Pendidikan Kristen, Visitasi SMPTK Beth Shalom Mamasa Jadi Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas

Visitasi Izin Penyelenggaraan Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK) Beth Shalom Mamasa, Sabtu (19/9/2026).

Mamasa, 19 September 2026 — Kementerian Agama terus mendorong penguatan layanan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berpengetahuan, dan berdaya saing. Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Visitasi Izin Penyelenggaraan Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK) Beth Shalom Mamasa, Sabtu (19/9/2026).

Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Ayub, mendampingi Kepala Subdirektorat Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Antonius H. Welhelmus Lopis, dalam kegiatan visitasi tersebut. Kehadiran tim Kementerian Agama menjadi bagian dari proses memastikan penyelenggaraan pendidikan teologi Kristen berjalan sesuai regulasi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan keagamaan yang bermutu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Urusan Agama Kemenag Kabupaten Mamasa, Penyelenggara Pendidikan Kemenag Kabupaten Mamasa, Pengawas Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kabupaten Mamasa, Ketua dan Pengurus Yayasan Gereja Toraja Mamasa (GTM), Kepala Desa Kariango, Kepala SMTK Mamasa, Kepala SMPTK Beth Shalom Mamasa, Ketua Komite dan para guru, serta siswa/Siswi SMPTK Beth Shalom Mamasa.

Dalam sambutannya, Ayub menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Direktorat Jenderal Bimas Kristen di Kabupaten Mamasa. Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan Kristen di daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, gereja, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Ini semua merupakan bagian dari rencana Tuhan dalam memberikan edukasi pendidikan Kristen di Indonesia,” ujar Ayub.

Ia menggambarkan Kabupaten Mamasa sebagai salah satu wilayah penting dalam kehidupan umat Kristen di Sulawesi Barat. Karena itu, menurutnya, pengembangan pendidikan Kristen menjadi kebutuhan yang perlu terus mendapat perhatian dan dukungan bersama.

Ayub juga menyampaikan bahwa pengembangan satuan pendidikan keagamaan sejalan dengan arah program prioritas Ditjen Bimas Kristen, termasuk rencana jangka panjang penguatan pendidikan melalui dukungan pemerintah daerah. Ia menyebut adanya rencana hibah tanah dari Pemerintah Kabupaten Mamasa sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap persiapan pendirian sekolah negeri di masa mendatang.

Sementara itu, keberadaan SMPTK Beth Shalom Mamasa dinilai lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Dukungan pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting dalam menghadirkan lembaga pendidikan yang diharapkan mampu memberikan ruang belajar sekaligus membentuk karakter generasi muda Kristen.

“Sekolah bukan hanya seremoni, tetapi bagaimana membentuk kita untuk masa depan yang lebih baik,” kata Ayub.

Ia mengapresiasi kekompakan seluruh pemangku kepentingan yang telah mengambil bagian dalam proses pendirian dan pengembangan SMPTK Beth Shalom Mamasa. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak menyerah dan terus bersemangat dalam mengembangkan dunia pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Pendidikan Dasar Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI Antonius H. Welhelmus Lopis menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan bertemu langsung dengan keluarga besar Yayasan GTM serta keluarga besar SMPTK Beth Shalom Mamasa.

Ia menjelaskan, pelaksanaan visitasi merupakan bagian dari proses untuk merespons pengajuan izin penyelenggaraan SMPTK Beth Shalom Mamasa. Proses tersebut dilakukan berdasarkan regulasi yang menjadi landasan hukum penyelenggaraan pendidikan keagamaan Kristen.

Menurut Antonius, pendidikan teologi Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan pengetahuan peserta didik. Karena itu, penyelenggaraannya perlu memiliki tata kelola yang baik dan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia juga menyinggung persoalan guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), namun belum mendapatkan penugasan karena masih menghadapi kendala anggaran. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya mencari solusi terhadap berbagai tantangan tersebut agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi.

Antonius menegaskan bahwa penguatan pendidikan keagamaan merupakan bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan dengan tetap memiliki nilai-nilai keagamaan.

Visitasi SMPTK Beth Shalom Mamasa pada akhirnya bukan sekadar tahapan administratif. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat untuk memastikan hadirnya layanan pendidikan Kristen yang semakin dekat dengan kebutuhan umat. Kolaborasi berbagai pihak di Mamasa menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan akan semakin kuat ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama demi masa depan generasi muda.


Wilayah LAINNYA