Kemah Santri 2026 Resmi Dibuka, Kanwil Kemenag Sulbar Perkuat Karakter Generasi Muda

Pembukaan Kemah Santri di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa’dis, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (19/10/2026).

Polewali Mandar (Humas)— Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Kemah Santri di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa’dis, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini diikuti 177 santri dari sekitar 20 pondok pesantren dan berlangsung hingga 21 Oktober 2026, dengan puncak kegiatan berupa upacara Hari Santri Nasional. Berbagai agenda disiapkan untuk memperkuat karakter, menumbuhkan semangat kebangsaan, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan di kalangan santri.

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Adnan Nota, dalam sambutannya menegaskan bahwa perkemahan bukan sekadar kegiatan seremonial atau hanya berpindah tempat tidur. Lebih dari itu, perkemahan harus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kepribadian, melatih kedisiplinan, memperkuat kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Perkemahan bukan sekadar acara seremonial belaka yang terkesan hanya pindah tidur. Melalui perkemahan, kita berharap mampu melahirkan generasi yang berkarakter Nusantara,” ungkap Adnan Nota.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kemah Santri di Pondok Pesantren Darul Mahfudz. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membina generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan pemahaman agama, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kebijaksanaan, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial.

“Mondok di pesantren itu asyik dan keren,” ujarnya, memberikan semangat kepada para santri agar bangga menempuh pendidikan di pesantren dan terus mengembangkan potensi diri untuk menghadapi tantangan zaman.

Pelaksanaan Kemah Santri ini sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi serta penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keagamaan tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga dipraktikkan melalui kedisiplinan, kerja sama, sikap saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.

Dalam amanatnya, Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar menekankan pentingnya membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan dan karakter. “Kemajuan tanpa karakter akan kehilangan arah,” menjadi pesan yang mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari penguasaan ilmu, tetapi juga dari kebijaksanaan dalam bersikap dan bertindak. Kemah Santri diharapkan memperkuat komitmen bersama untuk menyiapkan generasi yang bukan hanya pandai, tetapi juga bijaksana.

Untuk mengembangkan kemampuan santri, Kemah Santri 2026 menghadirkan delapan jenis perlombaan, yakni lomba kebersihan tenda atau K3, pembuatan miniatur pionering, sandi Morse, tadarus berantai, *story telling*, nyanyi solo, vlog, dan hasta karya. Berbagai perlombaan ini menjadi sarana bagi santri untuk mengasah keterampilan, kreativitas, kemampuan komunikasi, kedisiplinan, dan sportivitas, sekaligus belajar menghargai kemampuan satu sama lain.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda penunjang, meliputi *Bahtsul Masail*, ekoteologi melalui penanaman pohon, bakti sosial, istighazah, dan Expo Kemandirian Pesantren. Rangkaian kegiatan tersebut menghubungkan pembelajaran keagamaan dengan praktik kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan pengembangan kemandirian.

Melalui kegiatan ekoteologi, para santri diajak memahami bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Bakti sosial menjadi ruang untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap masyarakat, sedangkan *Bahtsul Masail* memperkuat pemahaman keagamaan dalam menyikapi persoalan kehidupan. Adapun Expo Kemandirian Pesantren memberikan kesempatan untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, dan produk usaha pesantren sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) sekaligus Direktur Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly, Dr. H. Muhammad Dinar Faisal, beserta Ibu Nyai, jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, para Kasubbag TU dan kepala seksi Kankemenag kabupaten, pimpinan satuan kerja madrasah MIN, MTsN, dan MAN dari Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, serta para pembina pondok pesantren.

Melalui Kemah Santri ini, Kanwil Kemenag Sulawesi Barat berharap santri tumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, kreatif, mandiri, cinta tanah air, dan peduli terhadap lingkungan. Nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan diharapkan terus diterapkan di lingkungan pesantren, keluarga, dan masyarakat, sehingga santri tidak hanya menjadi generasi yang berilmu, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan pembangunan bangsa.


Wilayah LAINNYA