Expo Kemandirian Pesantren Dibuka, Kanwil Kemenag Sulbar Dorong Kreativitas dan Daya Saing Santri

Expo Kemandirian Pesantren

Polewali Mandar (Humas)— Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat mendorong penguatan kemandirian pesantren melalui Expo Kemandirian Pesantren dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 dan Perkemahan Pramuka Santri (PERKASA) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa’dis, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sulbar, Maulidya Adnan, melalui pemotongan pita. “Bismillahirrahmanirrahim, Expo Kemandirian Pesantren dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 dan Perkemahan Pramuka Santri (PERKASA) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat secara resmi dibuka,” ujar Maulidya Adnan.

Sebanyak 10 stan yang diikuti pondok pesantren dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan expo tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, hasil karya, serta potensi usaha yang dikembangkan, sekaligus menunjukkan bahwa pesantren memiliki peluang besar dalam membangun kemandirian ekonomi di samping menjalankan peran utamanya dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter.

Sejumlah pesantren turut berpartisipasi, di antaranya Pondok Pesantren Hasan Yamani, Fatimah Az-Zahra, Salafiyah Parappe, dan As’adiyah Wonomulyo. Melalui stan yang dihadirkan, pesantren berkesempatan menampilkan potensi dan produk unggulan sekaligus memperluas pengenalan hasil karya kepada masyarakat.

Expo Kemandirian Pesantren menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenag Sulbar dalam menumbuhkan kemandirian, kreativitas, inovasi, dan ketangguhan santri agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Pengembangan keterampilan dan kewirausahaan di lingkungan pesantren diharapkan dapat membuka peluang usaha, memperkuat daya saing, serta membekali santri dengan kemampuan untuk mengembangkan potensi diri.

Selain menjadi sarana promosi produk, expo ini juga membuka ruang interaksi antara pesantren dan pelaku UMKM. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan kewirausahaan, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam mengembangkan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sulbar berharap pesantren semakin berkembang sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu memperkuat kemandirian ekonomi. Dengan demikian, pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang kuat dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga santri yang kreatif, mandiri, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.


Wilayah LAINNYA