Mamuju (Humas Kanwil) – Peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat tersebut menjadi perhatian utama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, M.A., saat menghadiri rapat pemantapan persiapan pelaksanaan Hari Santri Tahun 2026, Kamis (15/10/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri berjalan dengan baik, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi para santri dan masyarakat. Tahun ini, puncak peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Sulawesi Barat direncanakan dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa'dis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam arahannya, Adnan Nota menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi seluruh unsur kepanitiaan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga panitia lokal. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Hari Santri membutuhkan kesamaan langkah, komunikasi yang intensif, serta tanggung jawab bersama agar setiap kegiatan dapat terlaksana secara optimal.
Kakanwil juga memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan perkemahan santri yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian peringatan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan mempererat silaturahmi antarsantri, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
Melalui aktivitas perkemahan, para santri diharapkan memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kelas dan lingkungan pesantren sehari-hari. Interaksi, kerja sama, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama kegiatan menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan beradaptasi, membangun solidaritas, dan menumbuhkan rasa percaya diri sebagai generasi penerus bangsa.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah penguatan pendidikan keagamaan Kementerian Agama yang menempatkan pesantren sebagai salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan pesantren tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai kebangsaan, dan pengembangan keterampilan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Dipusatkannya peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Darul Mahfudz juga diharapkan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Kehadiran para santri, pendamping, dan unsur kepanitiaan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan kontribusi pendidikan pesantren dalam kehidupan sosial.
Rapat pemantapan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis), Ketua Tim Pondok Pesantren (Pontren), panitia tingkat provinsi, panitia kabupaten, serta panitia lokal Pondok Pesantren Darul Mahfudz Lekopa'dis, Tinambung, Polewali Mandar. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan upaya bersama dalam mematangkan kesiapan teknis maupun substansi kegiatan.
Melalui persiapan yang terkoordinasi, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berharap peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga meninggalkan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi para peserta. Lebih dari sebuah perayaan, Hari Santri diharapkan menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berilmu, berkarakter, cinta tanah air, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.