Mamuju, Humas Kanwil – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di MTsN 1 Mamuju menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui memperbanyak ibadah, mengamalkan selawat, serta memperbaiki akhlak sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kakanwil Adnan, dalam kesempatan tersebut mengajak para siswa untuk memahami makna peringatan Maulid Nabi tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Adnan menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk ekspresi kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Ia mengungkapkan bahwa terkadang muncul pertanyaan mengenai alasan umat Islam memperingati Maulid Nabi.
Menurutnya, peringatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah sekaligus memperkuat amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia juga menyampaikan kebiasaan Rasulullah SAW yang berpuasa pada hari Senin. Puasa tersebut memiliki makna tersendiri karena hari Senin merupakan hari kelahiran beliau. Hal ini menjadi salah satu pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa mengenang Rasulullah dan mengikuti sunah-sunahnya.
Kepada para siswa MTsN 1 Mamuju, Adnan secara khusus menekankan pentingnya memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, selawat merupakan salah satu amalan yang perlu dibiasakan sejak dini sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah sekaligus upaya memperkuat keimanan.
Ia mengajak para siswa agar menjadikan selawat sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah. Dengan membiasakan diri berselawat, generasi muda diharapkan semakin mengenal Rasulullah, mencintai ajarannya, dan terdorong untuk meneladani perilaku beliau.
Adnan menjelaskan bahwa selawat memiliki sejumlah keutamaan. Pertama, selawat menjadi amalan yang diharapkan dapat mendatangkan ampunan Allah SWT dan menjadi sarana bagi umat Islam untuk senantiasa memohon rahmat serta memperbaiki diri.
Kedua, memperbanyak selawat merupakan bentuk zikir dan pengingat kepada Allah SWT. Melalui amalan tersebut, umat Islam diajak untuk terus menjaga kedekatan spiritual dengan Allah SWT sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ketiga, selawat menjadi amalan yang mengandung keutamaan dan harapan akan keselamatan serta keberkahan dalam kehidupan. Karena itu, Adnan mengingatkan para siswa agar tidak meremehkan amalan sederhana yang dapat dilakukan secara rutin, termasuk membiasakan membaca selawat dalam berbagai kesempatan.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para siswa tidak hanya memperbanyak selawat ketika peringatan Maulid Nabi berlangsung, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Rasulullah, menurutnya, harus tercermin melalui perilaku, tutur kata, sikap hormat kepada guru dan orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.
Momentum Maulid juga diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan.
Pesan Kakanwil tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diungkapkan melalui perayaan semata, melainkan harus diwujudkan melalui peningkatan ibadah, memperbanyak selawat, dan kesungguhan dalam memperbaiki akhlak setiap hari.
Wilayah
Cinta Rasulullah Bukan Sekadar Kata, Kakanwil Ajak Siswa Perbanyak Selawat
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:11 WIB