Mamuju (Humas) —Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Musala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mamuju menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter dan menanamkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda. Mengusung tema “Maulid Nabi sebagai Momentum Membentuk Karakter Siswa yang Berakhlak Mulia dan Berwawasan Lingkungan” kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat sebagai pembawa hikmah Maulid.
Dalam hikmahnya, Adnan Nota, Kakanwil Kemenag Sulbar mengajak para siswa dan siswi untuk tidak sekadar mengenal sejarah kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadikan akhlak dan perilaku beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ajaran Rasulullah tidak hanya disampaikan melalui perkataan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang mencerminkan kejujuran, kelembutan, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama.
“Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan kebaikan melalui perkataan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Beliau mengajarkan Islam dengan kelembutan, bukan kekerasan. Meskipun menjadi panglima perang, Rasulullah tetap memiliki akhlak yang santun dan penuh kasih sayang. Inilah keteladanan yang harus kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan,” ujar Kakanwil.
Ia menegaskan bahwa kelembutan bukanlah tanda kelemahan. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa seseorang dapat bersikap tegas sekaligus santun, memiliki keberanian tanpa kehilangan kasih sayang, serta menjaga prinsip tanpa merendahkan orang lain. Nilai-nilai tersebut penting bagi para siswa dalam membangun hubungan yang baik dengan guru, teman, keluarga, dan masyarakat.
Kakanwil juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan sikap menghormati hak orang lain. Menurutnya, karakter yang baik dapat terlihat dari kebiasaan sederhana, seperti tidak mengambil barang milik teman, bersikap jujur saat belajar, serta menjalankan tanggung jawab tanpa harus selalu diingatkan.
“Sebagai siswa, kalian harus belajar bertanggung jawab, menghargai perjuangan orang tua, dan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kalian. Jangan hanya mengenal sejarah Rasulullah, tetapi jadikanlah sejarah itu sebagai pelajaran untuk memperbaiki perilaku kita setiap hari,” pesannya.
Keteladanan Rasulullah SAW sejak usia muda juga menjadi pelajaran penting tentang kemandirian dan kerja keras. Pengalaman beliau menggembala kambing mengajarkan arti tanggung jawab, kesungguhan dalam bekerja, serta kemauan untuk berusaha sendiri. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan para siswa melalui kedisiplinan belajar, kesungguhan menyelesaikan tugas, dan kebiasaan membantu orang tua tanpa harus menunggu perintah.
Sejalan dengan tema Maulid, pembentukan karakter juga berkaitan erat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kakanwil mengingatkan bahwa perilaku terpuji tidak hanya ditunjukkan melalui hubungan antarmanusia, tetapi juga melalui tanggung jawab dalam menjaga alam. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan musala dan ruang kelas, merawat tanaman, serta mengurangi tindakan yang merusak lingkungan merupakan bentuk nyata kepedulian yang dapat dimulai dari madrasah.
“Rasulullah sangat menghormati keluarga dan orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan beliau. Dari keteladanan itu, kita belajar tentang kasih sayang, kesetiaan, dan kepedulian. Begitu pula dengan lingkungan, kita harus membiasakan diri menjaga kebersihan, merawat alam, dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan orang lain maupun lingkungan. Itulah bentuk akhlak mulia yang harus kita tumbuhkan sejak di madrasah,” tuturnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Kanwil Kemenag Sulbar berharap para siswa MAN 1 Mamuju semakin memahami bahwa mencintai Rasulullah berarti berusaha mengikuti ajaran dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan nyata. Nilai kejujuran, kemandirian, kelembutan, penghormatan terhadap keluarga, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari karakter generasi muda.
Peringatan Maulid Nabi pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Dari lingkungan madrasah, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan hadir dalam kebiasaan sehari-hari, membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Wilayah
Tanamkan Akhlak Mulia dan Kepedulian Lingkungan, Kakanwil Kemenag Sulbar Sampaikan Hikmah Maulid di MAN 1 Mamuju
Tanamkan Akhlak Mulia dan Kepedulian Lingkungan, Kakanwil Kemenag Sulbar Sampaikan Hikmah Maulid di MAN 1 Mamuju
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:14 WIB