Majene, (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene melaksanakan apel rutin yang berlangsung di halaman Aula PLHUT Kankemenag Kab. Majene, Rabu (21/1/2025). Apel kali ini dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Muhammad Yusuf.
Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam menegaskan bahwa tugas Kementerian Agama bukanlah tugas yang ringan. Menurutnya, tantangan terbesar Kemenag adalah menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat melalui keteladanan dan keterlibatan langsung.
Ia mengibaratkan masyarakat seperti kopi dan gula yang tidak dapat berubah atau menyatu dengan sendirinya. “Kemenag harus menjadi pelarut. Jika kita tidak terlibat langsung, maka perubahan itu tidak akan terjadi,” ujarnya. Ia menambahkan, posisi ASN Kemenag harus seperti sendok yang mengaduk, menjadi contoh sekaligus penggerak agar nilai-nilai keagamaan benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut menekankan pentingnya peran aktif ASN Kemenag sebagai agen perubahan, bukan hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai teladan moral dan sosial di lingkungan masing-masing.
Menutup arahannya, beliau menyampaikan harapan agar pada tahun mendatang Kankemenag Kabupaten Majene dapat menjadi pilot project Zona Integritas untuk berhasil meraih predikat menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Harapan ini menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan pelayanan publik yang berdampak luas bagi masyarakat.
Foto : Kadir
Kontributor : Indah Puspa Nuralam
Editor : Rafidah Abdul Rahman
Wilayah
Apel Rutin Kemenag Majene, Kasi Bimas Islam: ASN Harus Jadi “Pelarut” Perubahan di Tengah Masyarakat
Apel Rutin Kemenag Majene, Kasi Bimas Islam: ASN Harus Jadi “Pelarut” Perubahan di Tengah Masyarakat
- Rabu, 21 Januari 2026 | 07:47 WIB