Sebanyak 193 peserta didik dari madrasah dan sekolah se-Sulawesi Barat mengikuti pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Minggu (4/10/2026).
Mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat ekosistem pendidikan yang mampu mengembangkan kecerdasan, karakter, kreativitas, dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.
Para peserta merupakan siswa yang telah mengikuti atau dinyatakan lolos dari tahapan seleksi sebelumnya. Mereka berasal dari 104 madrasah dan sembilan sekolah yang tersebar di enam kabupaten di Sulawesi Barat. Dari jumlah tersebut, 168 peserta berasal dari madrasah dan 25 peserta berasal dari sekolah umum.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulbar, H. Syamsul, menyampaikan bahwa OMI tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara. Ajang ini juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan nonakademik, membangun kepercayaan diri, serta belajar berkompetisi secara sehat, jujur, sportif, dan bertanggung jawab.
“Yang terpenting adalah bagaimana setiap peserta dapat memberikan kemampuan terbaik, memperoleh pengalaman berharga, serta terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” demikian pesan panitia kepada seluruh peserta.
OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat mempertandingkan sejumlah bidang keilmuan yang terintegrasi dengan jenjang pendidikan masing-masing. Cabang yang dilombakan meliputi Matematika dan IPAS untuk jenjang MI, Matematika, IPA, dan IPS untuk jenjang MTs, serta Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi untuk jenjang MA.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, MA. Dalam sambutannya, ia mengingatkan para peserta bahwa prestasi tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui usaha, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.
“Man jadda wajada. Siapa yang berusaha, maka pasti dapat,” pesan Kakanwil kepada para peserta.
Ia juga mengajak para siswa untuk tidak hanya menunggu datangnya prestasi, tetapi turut merancang dan mengupayakannya melalui kerja keras. Menurutnya, keberhasilan generasi muda merupakan bagian penting dari proses menyiapkan Indonesia menuju cita-cita besar sebagai bangsa maju pada 2045.
Adnan Nota berharap penyelenggaraan OMI dapat menjadi salah satu proses pembinaan yang membentuk generasi madrasah berprestasi sekaligus berakhlak. Melalui kompetisi yang diselenggarakan secara terarah dan berkelanjutan, madrasah diharapkan semakin mampu melahirkan generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Setelah pembukaan, rangkaian kompetisi OMI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat akan berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di Gedung MAN 1 Mamuju dengan menggunakan sistem computer-based test (CBT). Para peserta tidak hanya membawa harapan untuk meraih prestasi, tetapi juga pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus menumbuhkan potensi di lingkungan madrasah.
Wilayah
OMI Sulbar 2026: Menempa Talenta Madrasah untuk Menyongsong Generasi Emas Indonesia
- Ahad, 4 Oktober 2026 | 19:32 WIB