MTQ Nasional XXXI Resmi Dibuka, Kafilah Sulbar Siap Tebar Cahaya Al-Qur’an di Semarang

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026

Semarang, Humas Kanwil Kemenag Sulbar — Semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur’an bergema di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (12/9/2026), saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi dibuka.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Sejumlah gubernur dan wakil gubernur dari berbagai daerah turut hadir dalam momentum yang mempertemukan para pegiat Al-Qur’an dari seluruh penjuru Indonesia tersebut.

Sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi ambil bagian dalam MTQ Nasional XXXI. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang yang terbagi menjadi 24 golongan dan 48 kategori, mulai dari tilawah, hafalan Al-Qur’an, tafsir dalam tiga bahasa, hingga cabang lainnya. MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di sejumlah lokasi di Kota Semarang.

Di tengah perhelatan nasional tersebut, Kafilah Sulawesi Barat hadir dengan kekuatan 64 orang, termasuk 22 peserta yang akan berjuang membawa nama Sulbar di tingkat nasional. Kehadiran mereka menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan generasi Qur’ani di Sulawesi Barat, sekaligus memperlihatkan komitmen daerah dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Kafilah Sulbar juga mendapat dukungan langsung dari jajaran pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang mewakili Gubernur Sulbar, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar beserta Ketua DWP Perwakilan Kanwil Kemenag Sulbar, Kepala Biro Tapemkesra, Wakil Bupati Mamuju Tengah, Kepala Bidang Bimas Islam, para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten se-Sulawesi Barat, Kabag Kesra kabupaten, serta pengurus LPTQ Provinsi dan kabupaten.

Kehadiran para pendamping dan pemangku kepentingan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan administratif. Lebih dari itu, menjadi gambaran bahwa pembinaan Al-Qur’an membutuhkan kerja bersama—dari pemerintah, lembaga keagamaan, keluarga hingga masyarakat—agar prestasi para peserta berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak.

Hal ini sejalan dengan arah program prioritas Kementerian Agama dalam penguatan kehidupan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui penguatan moderasi beragama dan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an. Kemenag menegaskan bahwa MTQ tidak semestinya berhenti sebagai kompetisi membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an, tetapi harus mampu menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menekankan bahwa semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semestinya semakin baik akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya terhadap kerukunan serta persatuan Indonesia.

Dengan semangat tersebut, keikutsertaan Kafilah Sulbar di MTQ Nasional XXXI bukan hanya tentang mengejar prestasi di panggung musabaqah. Ada harapan yang lebih luas: agar para putra-putri Sulawesi Barat yang tampil di Semarang mampu membawa pulang pengalaman, keteladanan, dan semangat Qur’ani untuk ditularkan kepada generasi muda di daerah.

MTQ Nasional XXXI pun menjadi ruang perjumpaan anak-anak bangsa dari berbagai latar budaya dan daerah. Dari Semarang, cahaya Al-Qur’an diharapkan tidak hanya terdengar melalui lantunan para qari dan hafiz, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai yang menuntun masyarakat menuju kehidupan yang rukun, maju, adil, sejahtera, dan berkeadaban.


Wilayah LAINNYA