Mamuju (Humas) —Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) mematangkan persiapan pelaksanaan Pramuka Santri serta agenda kunjungan Menteri Agama ke Sulawesi Barat melalui rapat internal, Rabu (16/9/2026).
Rapat tersebut mendapat arahan langsung dari Kepala Bidang Papkis Kanwil Kemenag Sulbar, Dinar Faisal. Salah satu pembahasan utama dalam persiapan Pramuka Santri adalah penguatan ekoteologi, sesuai dengan tema kegiatan yang akan berlangsung di Pesantren An-Nur 2 Malang.
“Kepramukaan santri harus menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keagamaan, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Nilai-nilai agama tidak hanya dipahami, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga lingkungan,” ujar Dinar.
Pramuka Santri akan berlangsung di Pesantren An-Nur 2 Malang, 30 September hingga 6 Oktober 2026, dengan mengusung tema ekoteologi. Melalui tema tersebut, kepramukaan diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter santri sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.
“Melalui tema ekoteologi, kita ingin santri memiliki kepedulian terhadap alam. Kepramukaan tidak hanya membentuk kedisiplinan dan kemandirian, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat hadir dalam kepedulian terhadap lingkungan,” lanjutnya.
Selain mematangkan persiapan Pramuka Santri, rapat internal Papkis juga membahas kesiapan kunjungan Menteri Agama ke Sulawesi Barat. Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah peletakan batu pertama pembangunan di Pondok Pesantren Yayasan Al Ikhlas, Desa Botteng Utara.
Persiapan lokasi dan berbagai kebutuhan pendukung menjadi bagian dari pembahasan untuk memastikan rangkaian kunjungan dapat berjalan dengan baik. Kehadiran Menteri Agama di pondok pesantren diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan pesantren di Sulawesi Barat.
Melalui persiapan tersebut, Kanwil Kemenag Sulbar terus mendorong agar kegiatan kepesantrenan tidak hanya berlangsung sebagai agenda rutin, tetapi mampu menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Wilayah
Kanwil Kemenag Sulbar Matangkan Persiapan Pramuka Santri dan Kunjungan Menteri Agama
- Rabu, 16 September 2026 | 14:04 WIB