Dalam amanahnya, Pembimas Buddha menekankan bahwa kesadaran tidak hanya dibangun melalui seremonial, tetapi harus tumbuh dari dalam diri dan diwujudkan melalui pelaksanaan tugas sehari-hari. Bagi ASN Kementerian Agama, kesadaran tersebut tercermin dari bagaimana setiap kewenangan dan pekerjaan yang diemban dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan nilai “Ikhlas Beramal” sebagai landasan dalam bekerja. Menurutnya, setiap tugas yang dilakukan dengan ketulusan akan mendorong lahirnya pelayanan yang lebih bermakna dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Marilah kita melakukan pekerjaan dengan moto kita, Ikhlas Beramal. Apa pun yang kita kerjakan, mari kita lakukan dengan ikhlas sehingga berdampak bagi masyarakat,” pesannya.
Semangat tersebut sejalan dengan arah program prioritas Kementerian Agama yang menempatkan kualitas pelayanan publik dan kebermanfaatan program sebagai bagian penting dalam menghadirkan layanan keagamaan dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Selain bekerja dengan penuh keikhlasan, Pembimas Buddha juga mendorong ASN untuk terus mengembangkan kapasitas diri. Peningkatan kompetensi, menurutnya, menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan setiap ASN mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Kementerian Agama, Sulawesi Barat, dan Indonesia.
“Marilah kita terus melakukan pengembangan diri, melatih diri agar senantiasa mampu memberikan yang terbaik bagi Kementerian Agama, Sulawesi Barat, dan Indonesia,” pungkasnya.
Wilayah
Hari Kesadaran Nasional, Pembimas Buddha Ajak ASN Kemenag Bekerja Ikhlas dan Berdampak bagi Masyarakat
Hari Kesadaran Nasional, Pembimas Buddha Ajak ASN Kemenag Bekerja Ikhlas dan Berdampak bagi Masyarakat
- Kamis, 17 September 2026 | 07:42 WIB