Meneguhkan Integritas dari Balik Pagar

Apel pagi, Kamis 30/4/2026

Suasana pagi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene hari ini terasa sedikit berbeda. Di bawah sinar matahari pagi yang mulai menghangat, sebuah pesan penting mengenai hakikat kedisiplinan dan integritas disampaikan secara lugas namun menyejukkan dalam pelaksanaan apel pagi rutin, Rabu (29/4).

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI), yang bertindak sebagai Pembina Apel, memberikan arahan yang cukup membekas di hati para peserta. Bukan sekadar rutinitas berdiri di barisan, apel pagi kali ini menjadi momentum refleksi tentang pentingnya menjaga "akad" atau janji waktu yang telah ditetapkan oleh aturan negara.

Dalam amanatnya, Pembina Apel menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag Majene harus dimulai dari hal-hal terkecil dan paling dasar: yakni kepastian waktu.

"Integritas itu bukan soal siapa yang paling cepat hadir, tapi tentang seberapa presisi kita menghargai kesepakatan yang telah dibuat. Jika aturan menyebutkan pukul 07.30, maka itulah komitmen kita bersama. Tidak boleh lebih cepat," ujarnya di hadapan para ASN.

Ia mengingatkan bahwa ketaatan pada, Surat Edaran, serta aturan tertulis lainnya adalah perlindungan terbaik bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas. Kedisiplinan bukanlah beban yang dipaksakan oleh atasan, melainkan bentuk rasa syukur atas amanah pekerjaan yang telah diberikan.

Pesan ini sekaligus meluruskan pandangan bahwa kebiasaan lama yang tidak sesuai aturan harus mulai ditinggalkan demi kebaikan organisasi. "Kita ingin membiasakan yang benar, bukan sekadar membenarkan yang sudah biasa. Kepastian waktu adalah hak setiap pegawai. Dengan memulai tepat waktu, kita sedang menghargai rekan-rekan kita yang sudah berjuang hadir tepat waktu," tambahnya.

Arahan ini disambut baik oleh para peserta apel. Suasana yang dibangun tidaklah tegang, melainkan penuh dengan semangat kekeluargaan. Semangat yang diusung adalah semangat "keselamatan bersama"—di mana dengan tertib administrasi dan disiplin waktu, seluruh keluarga besar Kemenag Majene dapat bekerja dengan lebih tenang, profesional, dan jauh dari potensi pelanggaran maladministrasi.

Apel pagi ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar setiap derap langkah pegawai Kemenag Majene selalu bernilai ibadah dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam hal integritas dan pelayanan prima.


Daerah LAINNYA