Mamuju — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulbar, Senin (20/4/2026).
Pelantikan tersebut mencakup berbagai jabatan fungsional strategis, mulai dari Analis Sumber Daya Manusia Aparatur, Penyuluh Hukum, Perencana, Arsiparis, hingga Penghulu.
Kenaikan jenjang jabatan Fungsional Penghulu Ahli Madya
1. Muhammad Hasyim, S.Ag
2. Muhammad Ridha Yusuf, S.Ag
3. Ahmad Yasin, S.HI
Kenaikan jenjang jabatan Fungsional Arsiparis Ahli Muda
1. Fadhilah Indrayani Dotja, S.IP
Kenaikan jenjang jabatan Fungsional Perencana Ahli Muda
1. Jamaluddin, S.Kom
Pengangkatan jabatan Fungsional melalui perpindahan dari jabatan lain ke dalam jabatan Fungsional Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama
1. Sudarman Rakib, SE
Pengangkatan jabatan Fungsional melalui Perpindahan dari jabatan lain ke dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Hukum Ahli Pertama
1. Busrang Riandhy, S.Ag
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian para ASN yang dilantik. Ia menilai momen tersebut sebagai bentuk nyata penghargaan negara atas dedikasi dan kinerja aparatur.
“Hari ini adalah kebahagiaan bagi kita semua. Negara memberikan penghargaan atas kerja keras ASN, namun setiap penghargaan harus dibarengi dengan tanggung jawab yang semakin besar,” ujarnya.
Lebih jauh, Kakanwil menegaskan bahwa kenaikan jabatan tidak semata-mata simbol administratif, melainkan harus diikuti peningkatan kualitas kinerja dan kontribusi nyata. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menghapus praktik kerja yang tidak produktif di lingkungan birokrasi.
Dalam arahannya, ia menyinggung fenomena budaya kerja semu yang tidak lagi relevan di era saat ini. Menurutnya, ASN Kemenag harus menjadi representasi aparatur yang produktif, disiplin, dan berorientasi pada hasil kerja yang terukur.
Kakanwil juga menekankan bahwa sistem tunjangan kinerja (tukin) kini berbasis produktivitas, yang tidak hanya diukur dari kehadiran, tetapi juga dari laporan dan capaian kerja harian dalam hal ini melalui E-Saraku. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi birokrasi yang lebih akuntabel dan transparan.
Mengakhiri sambutannya, ia menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK–WBBM) hanya dapat terwujud jika seluruh ASN bergerak bersama dalam semangat pengabdian.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, seiring upaya menghadirkan birokrasi yang bersih, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Wilayah
Kemenag Sulbar Lantik Tujuh ASN, Kakanwil Adnan Tegaskan Profesionalisme, Integritas dan Kinerja
- Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB