Penamatan Pesantren Nuhiyah Pambusuang

Penamatan Pesantren Nuhiyah Pambusuang

Pesantren Nuhiyah Pambusuang kembali melaksanakan kegiatan penammatan secara bersamaan dari tiga tingkatan yakni MI, Mts, dan MA. Secara keseluruhan santri yang ditammatkan berjumlah 161 santri, terdiri dari Madrasah ibtidaiyah berjumlah 36 siswa siswi, Madrasah Tsanawiyah berjumlah 80 siswa siswi dan Madrasah Aliyah berjumlah berjumlah 45 siswa siswi. (18 Mei 2026)

Kegiatan penammatan berlangsung di aula pesantren Nuhiyah Pambusuang. dan diikuti oleh seluruh orang tua santri mulai dari tingkat  MI sampai tingkat MA, dan beberapa tokoh masyarakat dan pemerintahan hadir dalam kegiatan tersebut. Dan seluruh dewan guru  pesantren Nuhiyah Pambusuang hadir kegiatan penammatan tersebut. Turut hadir dalam penammatan, adalah anggota DPRD provinsi Sulawesi Barat, yang juga merupakan ketua komisi 1 , Bapak Dr. H. Syamsul Samad.

Dalam penyampaian ketua panitia, Khairunnisah, S. Pd. I. bahwa kegiatan penammatan ini sebagai ajang silaturrahim antara para orang tua siswa, para santri yang tamat, dan seluruh dewan guru pesantren Nuhiyah Pambusuang. Kesuksesan acara ini berkat kerja sama seluruh panitia yang dimotori oleh guru-guru muda pesantren Nuhiyah Pambusuang.

Sementara itu Pimpinan pondok pesantren Nuhiyah Pambusuang, Annangguru Bisri dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan penammatan tahun ini, Beliau kembali memberikan keberadaan pesantren Nuhiyah sebagai pesantren tertua yang ada di Sulawesi Barat, yang telah banyak memberikan kontribusi keilmuan kepada masyarakat, dan banyak melahirkan ulama-ulama besar khususnya di daerah Sulawesi Barat, seperti Imam lapeo, Annangguru Saleh, dan ulama-ulama besar lainnya. Beliau juga memberikan  dorongan atau semangat kepada para alumni, untuk tetap melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketua komisi 1 DPRD Sulawesi Barat Bapak Syamsul Samad juga turut memberikan testimoni terkait pendidikan pesantren yang merupakan lembaga yang sangat punya  kontribusi terhadap keberadaan negara ini, alumni-alumni pesantren khususnya alumni Nuhiyah banyak mewarnai atau memberikan sumbangan pemikiran-pemikiran terhadap kemajuan dalam berbagai segi pembangunan di daerah, khususnya Polewali Mandar dan umumnya Sulawesi Barat.

Lebih lanjut Bapak Syamsul Samad, menjajinkan kepada pondok pesantren Nuhiyah memberikan bantuan setiap tahunnya, bantuan berupa biaya keseharian di pondok pesantren,dan akan membantu satu orang santri untuk membiayai pendidikannya sampai selesai di perguruan tinggi.

Sementara itu kepala KUA kecamatan Balanipa, Bapak Ustadz Da'amin , S. Ag. turut memberikan sambutan, mewakilih Ka kemenag Polewali Mandar, kepala KUA ini, sangat piawai dalam memberikan nasehat-nasehat dalam bahasa mandar klasik, turut mendorong kepada para alumni untuk sabar dalam menuntut, terutama dalam melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Doa diampuh oleh ketua MUI kabupaten Polewali Mandar KH Abd Syahid Rasyid, sebelum dibacakan doa, Kiai Syahid yang merupakan panggilan akrab beliau, sempat memberikan testimoni tentang kiai-kiai yang punya peran peran yang besar dalam pendidikan baca kitab kuning di Pambusuang, salah satu Kiai yg punya catatan besar dalam pembinaan bacaan kitab di Pambusuang adalah KH Abdurrahman Fattah atau Annangguru Mamang yang juga mantan pimpinan pondok pesantren Nuhiyah Pambusuang, yang seluruh kadernya hari ini, banyak menghiasi dalam dunia keulamaan di kab Polewali Mandar, diantaranya KH Abd Syahid Rasyid, Annangguru Bisri, Annangguru Munu Kamaludin, Annangguru Rasyid Aziz dan masih banyak Annangguru lainnya.

Diakhir acara diadakan silaturrahim dan foto-foto bersama dengan para santri yang sudah menjadi pesantren Nuhiyah Pambusuang.

Bumi Nuhiyah, 18 Mei 2026


Daerah LAINNYA