MAJENE – Alot menyelimuti Ruang Rapat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Jum'at (13/02). Rapat penentuan usulan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya tahun 2026 diawali dengan lantunan doa yang dipimpin oleh Koordinator Pokja Pengawas, Mas’ud. Doa tersebut menjadi pengingat agar keputusan yang diambil dalam sidang benar-benar adil dan membawa keberkahan bagi para abdi negara.
Sidang penting ini dipimpin oleh Kepala Seksi PAI, Jalal, selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kemenag Majene. Dalam pengantarnya, Jalal memberikan pesan tajam mengenai marwah tanda jasa ini. Ia menegaskan bahwa tim penilai yang terdiri dari para pejabat struktural dan fungsional ini memikul tanggung jawab besar di pundak mereka.
"Pentingnya sidang ini adalah untuk menilai layak tidaknya seorang ASN menerima penghargaan negara. Kita semua yang ada di sini bekerja di bawah sumpah, maka harus bekerja dengan amanah dan penuh tanggung jawab," tegas Jalal.
Bukan Sekadar Masa Kerja
Tantangan besar muncul saat tim harus menyaring 40 pendaftar untuk mengisi kuota yang hanya tersedia 30 kursi. Selisih 10 orang ini menuntut tim penilai bekerja lebih detail, melampaui sekadar pengecekan berkas administrasi.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Syifaami, menekankan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan dalam memberikan rekomendasi. Baginya, data di atas kertas harus sinkron dengan kenyataan di lapangan.
"Kita harus betul-betul selektif. Bahkan, kami melakukan langkah proaktif dengan menghubungi kepala madrasah masing-masing untuk memastikan data kesetiaan dan loyalitas guru yang bersangkutan. Ini menjadi poin pertimbangan utama kami," ujar Syifaami.
Verifikasi Berjenjang
Dalam proses verifikasi ini, Analis SDM Ridyani dan Pengelola Kepegawaian Sahlan bertugas memastikan keabsahan dokumen pendukung, sementara Kasi Bimas Islam, Muh. Yusuf, turut memberikan pertimbangan bagi ASN di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA).
Keputusan sulit untuk menangguhkan usulan bagi 10 orang pendaftar dilakukan berdasarkan kriteria prioritas yang objektif. Hal ini dilakukan demi menjaga marwah Satyalancana sebagai simbol kesetiaan tanpa cacat kepada negara.
Hasil dari sidang ini akan segera diteruskan ke tingkat Kanwil sebagai representasi integritas ASN Kemenag Majene. Dengan seleksi yang berlapis ini, diharapkan mereka yang nantinya menyematkan medali di dada adalah sosok-sosok yang benar-benar menjadi teladan bagi rekan sejawat dan masyarakat
Daerah
Kuota Terbatas, Kemenag Majene Seleksi Ketat Calon Penerima Satyalancana Karya Satya 2026
- Jumat, 13 Februari 2026 | 22:34 WIB