Baras 4, Sulawesi Barat — Umat Katolik Stasi Baras 4, Desa Lilimori, tana Bulutaba, Paroki St. Yusuf Pekerja Baras, merayakan pesta pelindung stasi Santa Perawan Maria Ratu Rosario dengan penuh sukacita dan kebersamaan. Perayaan yang berlangsung meriah ini dirangkaikan dengan syukuran panen umat, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan dan usaha umat.
Perayaan pesta pelindung stasi dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yusuf Pekerja Baras, P. Dedymus Dala, Pr., dan dihadiri sekitar 500 umat. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 15.00 WITA dan berlangsung sekitar satu setengah jam.
Sebelum Perayaan Ekaristi, umat menyambut kedatangan Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Anton Ranteallo, S.S., M.Pd., di depan gereja. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh nuansa budaya. Umat menampilkan tarian daerah disertai lantunan beberapa bait syair lagu sebagai ungkapan sukacita atas kehadiran Pembimas Katolik di tengah-tengah umat.
Kehangatan penyambutan semakin terasa ketika Pembimas Katolik bersama Pastor Paroki dikalungi kain khas Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Kepala Desa setempat. Penggunaan kain khas NTT menjadi simbol penghargaan sekaligus mencerminkan latar belakang sebagian besar umat Stasi Baras 4 yang merupakan masyarakat transmigran asal NTT.
Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan meriah, dimeriahkan oleh koor Stasi Baras 4. Dalam homilinya, P. Dedymus Dala, Pr., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan umat dalam merayakan pesta pelindung stasi. Ia berharap keteladanan Bunda Maria sebagai Santa Perawan Maria Ratu Rosario dapat menjadi jiwa dan roh kehidupan umat Stasi Baras 4.
“Semoga keteladanan Bunda Maria senantiasa menjadi inspirasi bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga, menggereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam perayaan tersebut.
Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial di halaman depan gereja. Ketua Panitia menyampaikan laporan perkembangan Stasi Baras 4 sekaligus menyampaikan berbagai harapan umat. Salah satu perhatian utama umat adalah penyelesaian pembangunan gedung gereja yang telah dimulai sekitar tiga tahun lalu, tetapi hingga kini belum dapat diselesaikan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan hasil panen umat yang dipersembahkan bagi gereja. Persembahan hasil bumi tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur umat atas berkat Tuhan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap kehidupan dan pelayanan Gereja.
Ketua Stasi Baras 4, Herman Moa, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat kebersamaan umat. Menurutnya, kebersamaan merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan umat, termasuk dalam menyelesaikan pembangunan gereja. Ia mengajak seluruh umat untuk tetap setia dan bergotong royong mengumpulkan dana serta memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing demi kelanjutan pembangunan gedung gereja.
Suasana pesta semakin semarak dengan penampilan gerak dan lagu dari anak-anak Sekami. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari umat yang hadir.
Pastor Paroki St. Yusuf Pekerja Baras, P. Dedymus Dala, Pr., kembali menyampaikan ucapan proficiat kepada seluruh umat atas perayaan pesta pelindung Stasi Baras 4. Ia mengajak umat untuk terus bersemangat menyelesaikan pembangunan fisik gereja. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik bukanlah satu-satunya hal yang penting.
“Pembangunan gereja secara fisik penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah pembangunan iman umat. Iman harus terus ditingkatkan agar semakin berakar dan bertumbuh dalam kehidupan umat,” pesannya.
Dukungan terhadap kehidupan umat Katolik juga disampaikan oleh Kepala Desa Bulu Taba. Dalam sambutannya, ia menyapa umat Katolik dengan hangat dan mengapresiasi kehidupan bersama yang selama ini telah terjalin dengan baik. Ia mengajak seluruh umat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kehidupan bersama yang harmonis. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama di wilayah tersebut selama ini berjalan dengan baik.
Ia mengakui bahwa kehidupan masyarakat yang beragam telah berlangsung secara harmonis. Masing-masing umat beragama saling menghargai dan memberikan ruang bagi sesama dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Karena itu, ia berharap kondisi tersebut terus dipelihara dan jangan sampai kendur.
Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Anton Ranteallo, S.S., M.Pd., menjadi pembicara terakhir dalam rangkaian sambutan. Dalam sambutannya, Pembimas menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan kebersamaan umat Stasi Baras 4. Ia juga menyampaikan proficiat atas perayaan pesta pelindung stasi. Ia mengajak umat untuk menjadikan Bunda Maria, Ratu Rosario, sebagai inspirasi dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, devosi kepada Bunda Maria tidak berhenti pada doa dan penghormatan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui sikap kasih, pelayanan, persaudaraan, kepedulian, dan kesediaan untuk menjadi berkat bagi sesama.
“Iman kita harus semakin bertumbuh dan berakar. Tetapi iman itu juga harus menghasilkan buah dan berdampak bagi sesama,” tegasnya.
Pembimas juga mengajak umat untuk terus meningkatkan kehidupan iman sekaligus memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh komponen masyarakat.
Menanggapi harapan umat, panitia, dan Pastor Paroki mengenai dukungan terhadap penyelesaian pembangunan gereja, Pembimas mengatakan bahwa dirinya telah mendengar dan mencatat harapan tersebut. Ia berharap ke depan terdapat perhatian dan dukungan dari pemerintah sehingga dapat membantu menjawab kebutuhan umat.
“Kita berdoa dan berharap semoga ke depan ada bantuan dari pemerintah yang dapat disalurkan untuk mendukung penyelesaian pembangunan gereja ini,” ungkapnya.
Pembimas juga menyampaikan komitmennya untuk melakukan silaturahmi dan komunikasi dengan pihak pemerintah agar kebutuhan umat Stasi Baras 4, khususnya terkait penyelesaian pembangunan gereja, dapat mendapat perhatian.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hasil panen berupa buah sawit dari Pembimas Katolik kepada Ketua Panitia. Sebaliknya, Pembimas menerima cenderamata dari umat sebagai ungkapan terima kasih dan kenang-kenangan atas kehadirannya dalam pesta pelindung stasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika umat melanjutkan kegiatan dengan lelang hasil panen dan berbagai barang lainnya untuk mendukung pembangunan gereja.
Perayaan pesta pelindung Stasi Baras 4 tahun ini menjadi momentum penting bagi umat untuk tidak hanya bersyukur atas hasil panen dan penyertaan Tuhan, tetapi juga memperkuat persaudaraan, kehidupan iman, serta semangat gotong royong Perjalanan Pembimas Katolik dari Mamuju menuju Baras 4 ditempuh sekitar enam jam.
Sebagian besar kondisi jalan sudah cukup baik, meskipun akses menuju wilayah Baras 4 masih menghadapi beberapa kondisi jalan yang perlu mendapat perhatian.Namun, jarak dan perjalanan panjang tersebut terbayar dengan sukacita ketika dapat bertemu, menyapa, dan merayakan iman bersama umat.
Proficiat kepada seluruh umat Stasi Baras 4, Paroki St. Yusuf Pekerja Baras, atas perayaan pesta pelindung Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Semoga Bunda Maria senantiasa menyertai perjalanan iman umat, menguatkan persaudaraan, dan menuntun umat untuk semakin setia kepada Kristus serta semakin berdampak bagi sesama. Santa Perawan Maria Ratu Rosario, doakanlah kami. Ora pro nobis.
Wilayah
Pembimas Katolik Ajak Umat Jadikan Maria Inspirasi Iman dan Pelayanan
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:30 WIB