Plt. Kakanwil Kemenag Sulbar Sampaikan Sambutan Inspiratif di Penamatan Siswa MAN 1 Polman

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Sulawesi Barat, H. Syamsul

Mapilli (Humas Kanwil) - Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Sulawesi Barat, H. Syamsul, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara Penamatan dan Ramah Tamah Siswa(i) MAN 1 Polman. Ia menilai desain dan program-program yang dijalankan dalam acara tersebut sangat luar biasa.

"Sangat luar biasa. Kegiatan ini seolah-olah dilaksanakan oleh Event Organizer (EO) profesional," kata H. Syamsul di Lapangan Gaslam Lampa, Sabtu (27/4/2024).

Lebih lanjut, ia menyinggung sejarah panjang prestasi MAN 1 Polman. Ia mengatakan, madrasah ini bukan hanya besar pada hari ini, tetapi sejak masih bergabung dengan provinsi Sulawesi Selatan, MAN Lampa ini memang selalu dikenal dengan prestasinya. Ia pun mengetahui bahwa banyak guru di MAN 1 Polman yang berasal dari Sulawesi Selatan dan sering andil dalam berbagai event di sana.

Menurutnya, prestasi gemilang MAN 1 Polman tidak datang secara tiba-tiba. Hal ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras semua pihak, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa-siswinya. Ia mencontohkan, dari 400-an siswa yang ditamatkan hari ini, 3 tahun lalu mereka harus bersaing ketat untuk masuk di madrasah ini, mengalahkan sekitar 500-an calon siswa lainnya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapannya agar MAN 1 Polman dapat terus berkembang dan maju, serta melahirkan generasi-generasi yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mendunia. Hal ini sejalan dengan motto penamatan madrasah tahun ini.

Menariknya, H. Syamsul menggunakan metafora "Drone Intelektual" untuk para alumni. Ia menjelaskan bahwa tahu drone kan?  Jadi, jarak antara drone dengan tanah itu biasanya jauh dan drone ini biasa dilengkapi dengan kamera untuk memantau aktivitas disekelilingnya.

"Kenapa disebut drone intelektual karena kemenag hari ini, banyak orang-orang yang secara knowledge, kapasitas dan prestasi dia miliki. Tetapi keilmuannya itu tidak mampu dirasakan oleh masyarakat sekitarnya," terangnya.

Diakhir kata, ia menerangkan madrasah harus melahirkan alumni yang harus dekat dengan masyarakat, kita tidak mau alumni madrasah jauh dengan masrakat. Fenomena ini sudah sering muncul karena apalagi di masa-masa yang hampir dunia kita ini dihabiskan dengan berinteraksi dunia non nyata (dunia maya).

Sehingga, harapannya semua lembaga yang dibawah naungan kementerian agama mendesain kegiatannya untuk tidak jauh-jauh dari masyarakat. Di kementerian agama, apapun nama lembaganya harus getol menjadi pengawal seluruh masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Seperti motto pada tema penamatan madrasah ini, kita mau madrasah ini mendunia, tidak hanya ditingkat nasional.

Penamatan ini menandakan sebuah babak baru bagi para siswa. Mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja. Semoga para alumni MAN 1 Polman dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.


Wilayah LAINNYA